JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan tekadnya untuk menjaga mutu dan kejujuran penyelenggaraan Pemilu, termasuk dalam rangkaian Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang digelar di sejumlah daerah.
Beragam upaya nyata telah dilakukan sebagai wujud keberhasilan KPU dan pemerintah dalam merawat proses PSU yang tertib, adil, dan sesuai prinsip demokrasi.
Di Provinsi Lampung, KPU setempat secara intensif memantau pelaksanaan PSU di Kabupaten Pesawaran sebagai bagian dari sinergi dengan KPU Pusat untuk memastikan keseragaman standar pemilu nasional.
Ketua KPU Provinsi Lampung, Erwan Bustami, memaparkan bahwa seluruh aktivitas pemungutan dan penghitungan suara ulang berlangsung lancar dan terstruktur.
”Kami memastikan setiap langkah PSU dilaksanakan sesuai jadwal dan peraturan yang berlaku. Semua dokumentasi dan administrasi berjalan sempurna. Ini bukti nyata komitmen kami dalam menjaga integritas Pilkada,” ujar Erwan Bustami.
Langkah pengawasan serupa juga diterapkan di Sulawesi Selatan, khususnya pada PSU Pilkada Kota Palopo. Komisioner KPU Sulsel, Hasruddin Husain, berharap proses ini menjadi teladan demokrasi berkualitas di wilayahnya.
”PSU bukan sekadar seremoni, melainkan wujud pemurnian proses demokrasi. Kami ingin Palopo menjadi contoh transparansi dan akuntabilitas,” tutur Hasruddin Husain.
Ia menambahkan apresiasinya kepada KPU RI, Bawaslu RI, DPR RI, serta Forkompinda Sulsel dan Pemerintah Kota Palopo yang hadir dan memantau langsung setiap tahapan.
Kolaborasi antar-institusi ini, menurutnya, adalah penopang kuat bagi kelancaran dan kredibilitas proses demokrasi.
”Dari pendaftaran calon, masa kampanye, masa tenang, hingga distribusi logistik, semua berjalan sesuai prosedur. Hari ini menandai penguatan kualitas pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara hingga rekapitulasi di tingkat kota,” tambah Hasruddin.
Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, memberikan penilaian positif terhadap suasana kondusif menjelang PSU di Kota Palopo.
Ia menyebut indeks kerawanan Pilkada di wilayah itu menurun berkat pengawasan intensif Bawaslu, aparat keamanan, dan partisipasi masyarakat.
”Kita patut bersyukur situasi menjelang PSU cukup kondusif. Harus kita jaga agar tidak ada pelanggaran yang mencederai demokrasi,” kata Rahmat Bagja.
Rahmat juga menjelaskan bahwa Bawaslu bersama kepolisian telah melaksanakan patroli pengawasan sejak malam sebelum hari-H PSU, dengan fokus mencegah politik uang dan pelanggaran lain yang dapat merusak kredibilitas Pilkada.
Pelaksanaan PSU yang aman dan tertib di berbagai daerah ini menjadi bukti nyata bahwa KPU, Bawaslu, aparat keamanan, dan masyarakat bersinergi menjaga marwah demokrasi.
Kerja sama antar-lembaga dan keterlibatan publik menjadi fondasi kokoh agar setiap suara rakyat dihitung secara jujur dan adil.
Dengan pengawalan ketat dari berbagai unsur, PSU diharapkan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan penyelenggara Pemilu yang terus meningkatkan profesionalisme dan transparansi. (*)
Editor : Gunawan.