Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Negara Makin Boncos! PT Pupuk Indonesia Dikabarkan Rugi Rp8,3 Triliun

Slamet Harmoko • Jumat, 7 Maret 2025 | 15:17 WIB
Gedung Kantor PT Pupuk Indonesia. (ANTARA/HO-Pupuk Indonesia)
Gedung Kantor PT Pupuk Indonesia. (ANTARA/HO-Pupuk Indonesia)

Radarsampit.jawapos.com - Kasus kerugian negara triliunan rupiah kembali ditemukan. Kali ini PT Pupuk Indonesia disebut merugi Rp 8,3 triliun. Hal ini diakibatkan isu mafia hingga dugaan manipulasi laporan keuangan.

Hal tersebut ditanggapi kader Demokrat, Benny K Harman. Ia menyebut hal itu menunjukkan rusaknya Indonesia.

“Bener kah ini? Hancur bener negeri ini. Bersyukur kita ada Presiden Prabowo,” kata Benny dikutip dari unggahannya di X, Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, Prabowo kini berperang melawan korupsi. Dan ia pemimpinnya. “Beliau memimpin sendiri perang, perang semesta melawan korupsi,” ujarnya.

Ia pun menyerukan untuk mengawal Prabowo. “Kita kawal dan jaga Presiden Prabowo agar tetap kuat dan menjadi terdepan dalam membangun gerakan melawan korupsi,” imbuhnya.

“Serangan koruptor itu seperti kerja rayap di rumah kita,” tambahnya.

Menurut Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah, kerugian PT Pupuk disebabkan banyak faktor.

Di antaranya adanya dugaan manipulasi laporan keuangan PT Pupuk Indonesia yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp8,3 triliun.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, ia meminta Kejaksaan Agung melalui Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) untuk segera memanggil dan menetapkan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia beserta Direktur Keuangannya sebagai tersangka.

"Ini uang negara, bukan uang nenek moyangnya. Jadi harus dikembalikan kepada negara untuk rakyat," ujar Iskandarsyah.

Ia menegaskan bahwa dugaan tersebut berbasis data yang valid dan bukan sekadar opini.

"Dengan data ini, kami akan terus mendorong Kejaksaan Agung untuk bertindak atas pencurian uang negara ini," dikutip Senin 3 Maret 2025. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#rugi #benny k harman #pupuk indonesia