Radarsampit.jawapos.com – Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional yang mandiri dan tangguh jadi komitmen Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo menyadari pentingnya peran UMKM dalam memulihkan ekonomi rakyat kecil sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Upaya konkret yang dilakukan bertujuan untuk memperkuat daya saing UMKM serta memberikan peluang bagi mereka untuk berkembang menjadi sektor ekonomi yang lebih kokoh.
Pengamat politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, memuji perhatian Presiden Prabowo terhadap rakyat kecil melalui kebijakan yang pro-UMKM.
Menurut Ujang, langkah ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga upaya untuk mengurangi pengaruh oligarki yang telah lama memengaruhi distribusi sumber daya di Indonesia.
Dia menambahkan bahwa dominasi elite dan sekelompok politisi seringkali menutupi kebutuhan rakyat kecil, sehingga langkah Presiden Prabowo dinilai sebagai upaya berani untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas.
Hal ini menunjukkan visi besar dari seorang pemimpin bangsa yang juga purnawirawan perwira tinggi militer, yang memiliki tekad kuat untuk menciptakan ekonomi yang benar-benar mandiri.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor UMKM diharapkan dapat naik kelas melalui peningkatan daya saing dan kolaborasi dengan sektor usaha yang lebih besar.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya rantai pasok yang lebih terintegrasi, sehingga UMKM bisa berperan dalam ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah aktif menganalisis berbagai kendala yang menghambat pertumbuhan UMKM, termasuk aspek pendanaan yang masih menjadi tantangan besar.
Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen untuk memberikan akses pendanaan yang lebih terjangkau bagi pelaku UMKM melalui kredit berbunga ringan, sehingga semakin banyak UMKM yang dapat memperoleh modal.
Selain itu, kementerian kini melakukan konsolidasi struktural setelah terpisah dari Kementerian Koperasi.
Upaya ini bertujuan agar kementerian bisa lebih fokus dalam mengembangkan UMKM dan mempercepat penerapan kebijakan yang mendukung peningkatan skala usaha kecil di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Maman mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna memastikan pengembangan UMKM dapat berjalan optimal.
Siti Mukaromah, anggota Komisi VII DPR RI, menganggap sinergi antara Kementerian UMKM dan berbagai pihak terkait sebagai langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas.
Pemisahan Kementerian UMKM dari Kementerian Koperasi menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor ini, yang kini mendapatkan prioritas lebih besar.
Menurutnya, langkah ini akan meningkatkan koordinasi dan memperkuat iklim usaha bagi para pelaku UMKM.
Ia juga menekankan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
Dengan sekitar 66 juta unit usaha, UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional.
Namun, potensi ini perlu didukung dengan upaya meningkatkan akses permodalan, legalitas usaha, serta inovasi dan pemasaran digital.
Keberhasilan UMKM dalam mengatasi tantangan ini diyakini akan mendorong sektor tersebut untuk berkembang lebih jauh dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Presiden Prabowo juga menaruh perhatian khusus pada digitalisasi pemasaran untuk UMKM, sebagai langkah untuk memperluas jangkauan produk lokal hingga ke pasar internasional.
Inisiatif ini diharapkan dapat membantu UMKM menjangkau konsumen secara lebih luas dan efisien, terutama di era digital yang semakin berkembang pesat.
Selain itu, regulasi dan kebijakan yang mendukung UMKM diyakini akan memperkuat daya saing produk lokal baik di dalam maupun luar negeri.
Program pemerintah ini mencerminkan komitmen besar Presiden Prabowo dalam menciptakan sistem ekonomi yang inklusif serta memberikan kesempatan bagi rakyat kecil untuk ikut serta dalam pembangunan nasional.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah menunjukkan langkah nyata untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, salah satunya dengan memberdayakan UMKM.
Langkah ini tidak hanya untuk memperkuat ekonomi rakyat kecil, tetapi juga untuk memperkokoh fondasi perekonomian nasional dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
Dengan dukungan regulasi yang tepat serta sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, Presiden Prabowo yakin bahwa UMKM mampu berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh.
Pengembangan sektor UMKM menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil, mencapai kemandirian ekonomi, dan memastikan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. (*)
Editor : Gunawan.