Radarsampit.jawapos.com - Video syur oknum guru dan siswi MAN di Gorontalo ternyata ada versi full (penuh) dengan durasi 7 menit 34 detik.
Sebelumnya video syur berisi adegan tak senonoh yang awal mula tersebar berdurasi 5 menit di Gorontalo telah memicu perhatian publik.
Setelah durasi 5 menit dikabarkan muncul video Guru dan Siswa Gorontalo full berdurasi 7 menit
Versi terbaru dari video yang beredar menunjukkan rekaman lebih panjang dan dianggap sebagai versi lengkap dari video sebelumnya.
Konten video tersebut menampilkan detail lebih lanjut tentang interaksi oknum guru dan siswi.
Penyebaran video ini semakin meluas di berbagai media sosial, memicu keresahan di kalangan masyarakat.
Video tersebut diduga direkam di sebuah kamar kos, bukan di lingkungan sekolah.
Hal ini semakin memperburuk keadaan karena tindakan tersebut terjadi di luar jam sekolah dan melibatkan seorang tenaga pendidik.
Lokasi kejadian yang teridentifikasi di luar institusi pendidikan memperkuat dugaan bahwa hubungan ini sudah berlangsung cukup lama tanpa sepengetahuan pihak sekolah.
Guru yang terlibat dalam kasus ini berinisial DH, berusia 57 tahun, yang mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gorontalo.
Berdasarkan penyelidikan, DH telah resmi ditahan oleh pihak kepolisian setelah hubungan ini terbukti berlangsung sejak 2023.
DH kini dijerat dengan berbagai pasal hukum diantaranya perlindungan anak
Siswi Korban Alami Trauma Berat
Korban yang masih berstatus pelajar kelas 12 di sekolah tersebut mengalami trauma berat setelah video tersebut menyebar luas.
Saat ini, korban mendapatkan pendampingan psikologis dari pihak berwenang guna mengatasi dampak psikologis yang timbul akibat kejadian ini.
Imbauan Tidak Menyebarkan Video Viral Guru dan Siswa Gorontalo
Kapolres Gorontalo, AKBP Deddy Herman, telah mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan video ini.
Selain melanggar hukum terkait penyebaran konten asusila, penyebaran video ini juga dapat berdampak buruk bagi korban yang saat ini sedang dalam proses pemulihan trauma. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko