Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Skandal Mafia Jurnal Guru Besar ULM, Seperti Ini Modus Operandinya

Slamet Harmoko • Jumat, 27 September 2024 | 19:35 WIB
KECEWA:Gerbang Kampus ULM di Banjarbaru dipasangi spanduk bernada kekecewaan para mahasiswa buntuk skandal guru besar ULM.
KECEWA:Gerbang Kampus ULM di Banjarbaru dipasangi spanduk bernada kekecewaan para mahasiswa buntuk skandal guru besar ULM.

Radarsampit.jawapos.com - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) makin memanas dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini dipicu dengan mencuatnya dugaan keterlibatan seorang guru besar, Prof Juhriyansyah Dalle dalam skandal mafia jurnal.

Pakar Teknologi Informasi (TI) ini dikabarkan sudah lama tidak terlihat di kampus setelah kasus ini meledak dan menuai perhatian publik, khususnya dunia akademik, karena melibatkan praktik lancung dalam penerbitan jurnal ilmiah.

Prof Juhriyansyah Dalle dikukuhkan sebagai guru besar di Fakultas Teknik ULM pada akhir 2021.

Lulusan doktor dari Malaysia ini dikenal memiliki jejaring luas di Indonesia, Malaysia, dan Inggris.

Namun, namanya kini menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam praktik mafia jurnal, di mana ia membeli jurnal terindeks Scopus untuk kepentingan kliennya.

Menurut sumber dari Radar Banjarmasin, modus operasi Dalle melibatkan penerbitan artikel untuk dosen yang ingin mendapatkan gelar guru besar.

Klien Dalle diminta membayar sejumlah uang, dengan nominal mencapai Rp 40 juta hingga Rp 80 juta per artikel.

Dugaan ini diperkuat oleh temuan bukti transfer yang terlacak oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalle bekerja sama dengan CV Intellectual Edge Consultancy SDN Bhd yang berbasis di Selangor, Malaysia.

Sebagian besar kliennya adalah dosen dari berbagai perguruan tinggi, mulai dari PTN hingga PTS.

Bukti-bukti transfer tersebut menunjukkan aliran dana yang ditujukan kepada perwakilan CV Intellectual di Indonesia, yang berkantor di Banjarmasin.

Bukan hanya jurnal yang diterbitkan, Dalle juga diduga menyediakan jasa joki.

"Ada profesor yang hanya menulis bagian abstrak, tetapi jurnalnya tetap terbit. Ini sungguh lucu," ungkap sumber dari dalam universitas yang menjadi whistleblower (saksi atau pelapor).

Jasa joki ini mengundang kecurigaan ketika beberapa guru besar tidak bisa menjelaskan isi jurnal yang mereka terbitkan saat diperiksa oleh Inspektorat.

Dalam menjalankan operasinya, Dalle tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Prof Abdul Halim Barkatullah, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pascasarjana ULM.

Halim juga diduga terlibat dalam bisnis jurnal predator. Salah satu artikelnya yang terbit pada 2022 dinilai mencurigakan karena diterima, direvisi, dan disetujui pada hari yang sama.

Jejak digital Dalle menunjukkan bahwa ia terlibat sebagai editor di berbagai jurnal lintas disiplin.

Bahkan, ia pernah bekerja sama dengan Prof Siti Nur Azizah, putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dalam penerbitan jurnal internasional. Namun, Azizah mengaku lupa nominal yang ia transfer untuk penerbitan jurnal tersebut.

Meski sudah lama tidak muncul di kampus, Dalle masih tercatat aktif mengisi presensi melalui aplikasi Simari, yang menunjukkan bahwa ia tetap menjalankan tugas akademiknya secara daring.

Dekan Fakultas Teknik ULM, Prof Iphan Fitrian Radam, mengaku kehilangan kontak dengan Dalle sejak pemeriksaan Inspektorat.

Beredar rumor bahwa Dalle kini berada di Amerika Serikat sebagai dosen tamu di Florida Gulf Coast University.

Namun, tidak ada kepastian mengenai keberadaannya. Ketua RT di tempat tinggal Dalle di Banjarmasin menyebutkan bahwa ia melihat Dalle tiga hari sebelum kabar skandal ini mencuat.

Kasus ini semakin kompleks karena melibatkan lebih dari 20 guru besar dan dua calon guru besar ULM.

Sebagian besar dari mereka menggunakan jurnal yang berafiliasi dengan Dalle. Temuan ini memperburuk citra ULM dan memicu kekhawatiran akan penurunan akreditasi universitas tersebut.

Selain Dalle, beberapa nama lain juga terseret dalam kasus ini, termasuk Prof Ahmad Yunani dari FEB ULM dan mantan Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi.

Mereka diketahui pernah menerbitkan artikel bersama Dalle di berbagai jurnal ilmiah. Inspektorat kini memeriksa lebih dalam kasus ini dengan mengumpulkan bukti-bukti baru.

Prof Abdul Halim Barkatullah membantah tuduhan bahwa ia terlibat dalam bisnis jurnal predator bersama Dalle.

"Saya tidak ada hubungan dengan Dalle dalam hal itu," tepisnya. Namun, ia mengakui bahwa ada indikasi keterlibatan Dalle dalam skandal ini, meski sudah lama tak bertemu dengannya.

Kasus ini tidak hanya menimbulkan kerugian moral bagi dunia akademik, tetapi juga berpotensi merusak reputasi universitas.

Pihak ULM pun telah mengeluarkan surat instruksi agar Dalle kooperatif dan mengikuti proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

Meskipun demikian, banyak pihak berharap agar kasus ini segera menemukan titik terang. Dengan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, diharapkan praktik mafia jurnal di ULM dapat diungkap secara tuntas, serta menjadi pembelajaran bagi dunia akademik di Indonesia agar lebih transparan dan berintegritas. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#kalsel #mafia jurnal ULM #Juhriyansyah Dalle #banjarmasin #Pelapor #saksi #universitas lambung mangkurat