Sudah saatnya Jalan Bengkirai di Baamang Perlu Peningkatan

Rado. • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:53 WIB
Jalan Kampung Bengkirai di Kelurahan Baamang Hulu, yang jadi alternatif ketika perluasan Bandara H Asan, menutup jalan Tjilik Riwut KM 7-8 Sampit. (istimewa)
Jalan Kampung Bengkirai di Kelurahan Baamang Hulu, yang jadi alternatif ketika perluasan Bandara H Asan, menutup jalan Tjilik Riwut KM 7-8 Sampit. (istimewa)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Kondisi Jalan Bengkirai di Kecamatan Baamang yang masih berupa agregat dan berdebu mendorong Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana, meminta Pemkab memprioritaskan peningkatan jalan tersebut. Meskipun, pembahasan RAPBD Kotim Tahun 2027 sudah masuk dalam finalisasi.

Dia berharap pengaspalan Jalan Bengkirai dapat diusulkan masuk program pembangunan, 2027 agar pengendara, terutama pengguna sepeda motor, bisa melintas dengan aman dan nyaman.

Syahbana menilai kondisi jalan yang berdebu mengganggu kenyamanan masyarakat, terlebih setelah Jalan Bengkirai menjadi salah satu jalur alternatif pengalihan arus lalu lintas Jalan Tjilik Riwut untuk mendukung pengembangan Bandara Haji Asan Sampit.

Menurutnya, Jalan Bengkirai yang berstatus jalan kabupaten perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Pengaspalan menjadi kebutuhan agar jalur tersebut lebih layak digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Warga Cemaskan Situasi Jalan Bengkirai, Jalur Alternatif Dampak Perluasan Landasan Bandara H Asan

“Kita mendorong agar pengaspalan Jalan Bengkirai bisa diusulkan untuk program tahun 2027. Paling tidak, pengendara roda dua bisa melintas dengan aman dan nyaman,” ujar Syahbana.

Menurutnya, debu yang beterbangan saat kendaraan melintas menjadi salah satu persoalan yang dirasakan pengguna jalan. Selain mengotori pakaian dan kendaraan, debu berpotensi mengganggu pandangan pengendara sepeda motor, terutama ketika berpapasan atau berkendara beriringan.

Jalan Bengkirai sendiri dipilih sebagian pengendara karena jarak tempuhnya lebih dekat dibandingkan harus memutar melalui Jalan Lingkar Jaksa Agung. Namun, kondisi jalan yang belum beraspal membuat perjalanan menjadi kurang nyaman.

Syahbana mengatakan, peningkatan Jalan Bengkirai perlu diarahkan untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna sepeda motor. Sementara itu, kendaraan roda empat masih dapat melintasi Jalan Lingkar Jaksa Agung.

“Kalau mobil bisa melintasi Jalan Lingkar Jaksa Agung. Jalan Bengkirai ini kita harapkan juga ditingkatkan, terutama agar pengendara roda dua bisa melintas lebih aman dan nyaman,” ujar Ketua DPD Nasdem Kotim itu.

Dirinya pun berharap usulan pengaspalan tersebut dapat dipertimbangkan pemerintah kabupaten dalam penyusunan program pembangunan tahun anggaran 2027. Dengan demikian, Jalan Bengkirai dapat menjadi jalur alternatif yang lebih layak bagi masyarakat.

Diketahui, Jalan Bengkirai merupakan jalur alternatif warga untuk keluar Kota Sampit setelah Jalan Tjilik Riwut di Baamang Hulu ditutup pagar,  lantaran perpanjangan landasan Bandara H Asan Sampit.(ang/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Bengkirai alternatif baamang hulu Bandara H Asan Peningkatan