ISPA di Kotim Melonjak, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 20:18 WIB

 

KABUT ASAP: Kota Sampit kala diselimuti kabut asap Karhutla, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
KABUT ASAP: Kota Sampit kala diselimuti kabut asap Karhutla, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi.

Langkah ini untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.

Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel debu dan asap.

Baca Juga: Akses Warga Terganggu, DPRD Seruyan Minta Jalan Sungai Mitak Segera Diperbaiki

“Kita lebih banyak ke proses pencegahan. Kita harapkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Kotim mencatat, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 21 puskesmas meningkat dari 755 kasus pada minggu ke-39 menjadi 1.011 kasus pada minggu ke-40. Kasus diare juga naik dari 261 menjadi 315 kasus.

Baca Juga: Gletser Kiamat di Antartika Mencair Lebih Cepat dari Prediksi Awal

Umar mengingatkan masyarakat, terutama lansia dan warga dengan penyakit penyerta, agar menjaga kondisi tubuh selama kabut asap berlangsung.

“Warga juga diminta segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan,” imbaunya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
udara tidak sehat waspada kabut asap ispa karhutla