Kabut Asap Selimuti Sungai Mentaya, Nakhoda Kapal Diminta Waspada

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:52 WIB

 

KABUT ASAP : Sejumlah tugboat sedang menarik tongkang di tengah kabut asap, melintasi di perairan Sungai Mentaya, Sampit, Kamis (15/10/2026) siang. FOTO: FAHRY/RADAR SAMPIT
KABUT ASAP : Sejumlah tugboat sedang menarik tongkang di tengah kabut asap, melintasi di perairan Sungai Mentaya, Sampit, Kamis (15/10/2026) siang. FOTO: FAHRY/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Kabut asap yang semakin pekat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengancam keselamatan pelayaran di Sungai Mentaya.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah meminta nakhoda dan operator kapal, terutama tongkang besar, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kabagbinops Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masriwiyono menegaskan, kondisi cuaca yang kurang kondusif dapat membatasi jarak pandang secara signifikan. Hal ini menuntut kesiapan ekstra bagi seluruh pelaku pelayaran sebelum bertolak dari dermaga.

Baca Juga: Kasus Diare Anak Naik 30 Persen, Bupati Cek Kesiapan RSUD dr Murjani Sampit

"Kami minta seluruh pelaku pelayaran, khususnya nakhoda dan operator tongkang, agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca di Kotim yang kurang kondusif akibat kabut asap dapat membatasi jarak pandang," ujar Masriwiyono, Kamis (15/10/2026).

Nakhoda wajib memastikan kondisi mesin, alat navigasi, radio komunikasi, hingga ketersediaan bahan bakar dalam keadaan memadai. Selain itu, aspek keselamatan seperti kotak P3K, alat pemadam api ringan (APAR), dan penerangan kapal harus berfungsi dengan baik.

"Jangan hanya mengejar kelancaran perjalanan, tetapi mengabaikan keselamatan. Muatan kapal juga tidak boleh melebihi kapasitas, baik penumpang maupun barang," tegasnya.

Baca Juga: Perizinan Tambang, Perkebunan dan Kehutanan di Kalteng Perlu Diaudit

Awak kapal juga diwajibkan menggunakan jaket pelampung (life jacket) selama beraktivitas. Masriwiyono menambahkan, nakhoda harus terus memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum memutuskan untuk berlayar.

"Apabila kondisi cuaca buruk, kabut asap terlalu tebal, angin kencang atau gelombang tinggi, jangan memaksakan diri untuk berlayar. Utamakan keselamatan dan pertimbangkan kondisi perairan sebelum mengambil keputusan," pungkasnya. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
nakhoda kapal sungai mentaya sampit kabut asap karhutla