SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkat di tengah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim menyiagakan layanan kesehatan untuk mengantisipasi bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi menyebutkan, berdasarkan data dari 21 puskesmas, kasus ISPA meningkat dari 755 kasus pada minggu ke-39 menjadi 1.011 kasus pada minggu ke-40.
Baca Juga: Bawa Modal Prestasi Nasional, Kafilah LASQI Kotim Incar Gelar Juara FSQ XII Tingkat Kalteng
Kenaikan juga terjadi pada kasus diare, dari 261 kasus menjadi 315 kasus dalam periode yang sama.
“Begitu Karhutla dan kekeringan, selalu ada peningkatan kasus,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Menurut Umar, ISPA merupakan penyakit yang dapat ditemukan setiap tahun, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kondisi Karhutla dan kekeringan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama akibat paparan kabut asap dan keterbatasan air bersih.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinkes menyiagakan layanan puskesmas selama 24 jam. Ketersediaan obat-obatan, tenaga kesehatan, dan fasilitas rumah oksigen juga dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Air Isi Ulang Ikut Terasa Payau, Warga Sampit Antre Berjam-jam Demi Air Layak Minum
Umar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih terganggu kabut asap. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel abu dan debu.
Masyarakat juga diingatkan menjaga kebersihan dan memastikan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tetap aman guna mengurangi risiko diare selama kekeringan masih berlangsung. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor