Sampit Masih Dihantui Kabut Asap, Jarak Pandang Sempat Cuma 100 Meter

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:48 WIB
Kabut asap di salah satu ruas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (8/10/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Kabut asap di salah satu ruas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (8/10/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Kabut asap masih menyelimuti Sampit, Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut terasa sejak dini hari hingga pagi dan membuat jarak pandang di wilayah Sampit sempat hanya 100 meter.

"Sejak diri hari asap makin tebal hingga siang. Lalu sore kembali menebal lagi," kata Uana, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (8/10/2026).

Kondisi tersebut sejalan dengan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim di Stasiun Meteorologi Sampit. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 100 meter dengan kondisi cuaca berupa kabut asap.

Saat itu suhu tercatat 20,4 derajat Celsius dengan kelembapan 79 persen. Angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan 4 kilometer per jam.

Kondisi serupa masih terjadi satu jam kemudian. Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang tetap 100 meter dan cuaca masih terpantau kabut asap.

Pada waktu tersebut, suhu meningkat menjadi 21,6 derajat Celsius dengan kelembapan 79 persen. Angin dalam kondisi calm atau tenang dengan kecepatan 0 kilometer per jam.

Jarak pandang mulai meningkat pada pukul 08.00 WIB menjadi 200 meter. Namun, kondisi cuaca masih tercatat kabut asap.

Suhu saat itu mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 64 persen. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan 6 kilometer per jam.

Data BMKG tersebut menunjukkan kabut asap masih menjadi kondisi dominan di Sampit pada pagi hari. Meski jarak pandang mulai membaik setelah pukul 07.00 WIB, asap masih terpantau di wilayah setempat.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, terutama pengguna jalan. Jarak pandang yang terbatas dapat mengganggu aktivitas dan meningkatkan risiko bagi pengendara. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit kotim kalteng