Kemarau Panjang Bikin Petani Kotim Tunda Tanam Padi

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:35 WIB

 

ilustrasi pertanian di ladang kering di bawah sinar matahari
ilustrasi pertanian di ladang kering di bawah sinar matahari

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kemarau panjang mulai mengganggu sektor pertanian di Kotawaringin Timur (Kotim). Lahan mengering, sementara sumber air yang tersedia di sejumlah wilayah justru terasa asin sehingga tidak ideal digunakan untuk pertanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian Kotim Yephi Hartadi mengatakan, kondisi lahan yang kering menjadi salah satu kendala utama di lapangan. Sebagian lahan belum dapat ditanami karena membutuhkan pasokan air yang cukup.

“Kalau lahannya kering, tidak bisa dilakukan pertanaman. Kalaupun bisa diperoleh air, misalnya melalui pompa atau sumur bor, air yang didapat merupakan air asin,” kata Yephi.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Kayu di Kelurahan Marang

Kondisi tersebut terutama dirasakan petani di wilayah selatan Kotim, seperti Teluk Sampit, Pulau Hanaut dan Mentaya Hilir Selatan. Petani terpaksa menunggu hujan sebelum kembali melakukan penanaman.

Kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal turut menggeser jadwal musim tanam Oktober-Maret (Okmar). Pertanaman yang biasanya dimulai awal Oktober berpotensi mundur hingga November atau Desember 2026, menyesuaikan kondisi hujan dan kelembapan lahan.

Baca Juga: Baru 19 Persen Warga Kotim Aktifkan IKD, Disdukcapil Gaspol Jemput Bola

Dampaknya mulai terlihat terhadap produksi. Yephi memperkirakan produksi padi tahun ini mengalami penurunan secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah akan berupaya mengejar produksi pada musim tanam berikutnya setelah kondisi memungkinkan.

“Terkait produksi turun dibanding tahun kemarin untuk year on year. Tapi tetap akan dikejar di musim tanam berikutnya,” pungkasnya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
lahan mengering tunda menanam pertanian air asin kemarau