PT Uni Primacom bersama PT HAL Bangun Instalasi Biogas untuk Warga Bukit Makmur

Heru Prayitno • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:57 WIB
Serah terima program CSR dari PT Uni Primacom (UP) bersama PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) berupa instalasi biogas untuk kebutuhan rumah tangga di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Tualan Hulu, Sabtu (3/10).
Serah terima program CSR dari PT Uni Primacom (UP) bersama PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) berupa instalasi biogas untuk kebutuhan rumah tangga di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Tualan Hulu, Sabtu (3/10).

  

TUALAN HULU. radarsampit.jawapos.com– Mahalnya elpiji di daerah pelosok mendorong PT Uni Primacom (UP) bersama PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) membangun instalasi biogas untuk kebutuhan rumah tangga. Program bertajuk GARANG (Gas Gratis dari Kandang) itu direalisasikan melalui pembangunan instalasi biogas di rumah Bahrun, warga Desa Bukit Makmur, Kecamatan Tualan Hulu. Serah terima program Kemitraan Masyarakat 2026 tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/10).

Radar Sampit memantau langsung ke lokasi instalasi biogas yang berada di halaman belakang rumah Bahrun. Ada kandang yang berisi dua sapi, ada tepat untuk mencampur kototan sapi dan air, penampungan untuk menangkap biogas, dan bak penampungan akhir. Terdapat pula pipa dari reaktor biogas menuju kompor yang ada di dapur. Sekali putar, kompor langsung menyala.

Bahrun mengaku terbantu dengan adanya instalasi biogas tersebut. Selama ini, dia menggunakan elpiji ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram yang harganya cukup mahal. “Tidak ada gas subsidi di sini. Gas ukuran 3 kilogram saja harganya sudah Rp50 ribu,” ungkapnya.

Dengan adanya biogas, Bahrun dapat memasak tanpa membeli bahan bakar elpiji. Bahan bakunya berasal dari kotoran dua sapi yang dipeliharanya. Kotoran tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam penampungan atau digester untuk menjalani proses penguraian secara alami.

Dalam proses tersebut, kotoran sapi diuraikan oleh mikroorganisme tanpa kehadiran oksigen. Hasil penguraian menghasilkan gas yang mengandung metana. Gas tersebut kemudian ditampung dan dialirkan melalui pipa menuju kompor untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak. Sementara itu, sisa hasil pengolahan atau lumpur biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. 

Jajaran manajer PT Uni Primacom (UP) bersama PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) mengecek instalasi biogas di halaman belakang rumah Pak Bahrun di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Tualan Hulu. (Heru/Radar Sampit)
Jajaran manajer PT Uni Primacom (UP) bersama PT Hutanindo Agro Lestari (HAL) mengecek instalasi biogas di halaman belakang rumah Pak Bahrun di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Tualan Hulu. (Heru/Radar Sampit)

 

Sekretaris Desa Bukit Makmur Abdul Jamil mengapresiasi PT Uni Primacom dan PT HAL yang telah menjadikan desanya sebagai lokasi pilot project pembangunan instalasi biogas untuk bahan bakar rumah tangga.

“Biogas ini menjadi berkah bagi warga. Warga menjadi hemat energi. Sisa dari bahan biogas bisa untuk pupuk,” ujarnya.

Abdul Jamil berharap Bahrun dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Menurut dia, PT Uni Primacom juga telah beberapa kali memberikan bantuan untuk Desa Bukit Makmur. Bantuan tersebut antara lain pembangunan Pos Babinsa, lapangan sepak bola, pelatihan menjahit, budidaya madu kelulut, hingga pengobatan gratis. Saat ini, perusahaan juga membangun gedung kepala sekolah SD berukuran 8 meter x 16 meter.  

“Semoga kemitraan ini terus berlanjut,” katanya.

General Manager PT UP Edy Purwo Antono mengatakan, perusahaan mendatangkan ahli biogas dari Salatiga yang melakukan pendampingan selama dua pekan dalam proses pembangunan instalasi biogas. 

“Kami berkomitmen melaksanakan program CSR yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap biogas ini bisa dikembangkan, kandang sapinya jangan sampai kosong,” ujarnya.

Manajer PT HAL Ramli Lakoro mengatakan, pihaknya turut mengambil bagian dalam program tersebut meski wilayah perkebunan perusahaan tidak terlalu bersinggungan dengan Desa Bukit Makmur. “Proses ini baru awal, semoga bisa kami tingkatkan lagi,” katanya. 

Kabag Kemitraan Masyarakat Musirawas Group Irfan Hafid memotong tumpeng syukuran atas selesainya pembuatan instalasi biogas.
Kabag Kemitraan Masyarakat Musirawas Group Irfan Hafid memotong tumpeng syukuran atas selesainya pembuatan instalasi biogas.

 

Sementara itu Kabag Kemitraan Masyarakat Musirawas Group Irfan Hafid menuturkan, instalasi biogas di rumah Bahrun dibuat sebagai percontohan. Warga yang memiliki sapi di Desa Bukit Makmur tidak hanya Bahrun sehingga program tersebut berpeluang dikembangkan. “Apa yang ada ini sesuatu yang sederhana, namun dampaknya besar bagi kesejahteraan rumah tangga,” ujarnya.

Kabag Humas Musirawas Group Anwaryono menambahkan, program GARANG juga diarahkan untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Dengan bekal pengetahuan biogas tersebut, warga yang memiliki ternak sapi diharapkan dapat mempelajari dan mengembangkan instalasi biogas secara mandiri. (yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Musirawas Group PT HAL biogas PT Uni Primacom