Pengendalian Banjir Jadi Prioritas, Drainase Tjilik Riwut Dilanjutkan hingga Pramuka

M. Akbar • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:40 WIB
Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau pengerjaan drainase, belum lama ini.  (Akbar/Radar Sampit)
Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau pengerjaan drainase, belum lama ini. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadikan pengendalian banjir sebagai salah satu prioritas pembangunan dengan merencanakan kelanjutan pembangunan drainase Jalan Tjilik Riwut hingga Jalan Pramuka, Sampit.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pembangunan drainase tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan.

"Ini memang program strategis sesuai visi dan misi Bupati, yaitu pengendalian banjir. Jadi, drainase itu akan kita lanjutkan," kata Mentana, Jumat (2/10).

Menurut Mentana, lanjutan penanganan Jalan Tjilik Riwut direncanakan mencakup pembangunan drainase hingga Jalan Pramuka. Selain saluran, peningkatan badan jalan juga diperlukan agar sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal.

"Drainase Jalan Tjilik Riwut perencanaannya sampai di Jalan Pramuka. Dikerjakan peningkatan jalan dan drainasenya," ujarnya.

Meski demikian, realisasi pekerjaan lanjutan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemkab Kotim juga mempertimbangkan penanganan drainase di ruas Jalan DI Panjaitan sebagai bagian dari upaya mengurangi persoalan genangan di kawasan perkotaan.

"Nanti kita lihat situasi dan kondisi keuangan daerah, baik pembangunan drainase Jalan Tjilik Riwut maupun DI Panjaitan," jelasnya.

Sebagai informasi, pekerjaan peningkatan drainase dan badan Jalan Tjilik Riwut saat ini masih berlangsung sepanjang sekitar 675 meter. Pekerjaan dimulai 10 Juli 2026 dengan masa kontrak hingga 7 Desember 2026 dan menelan anggaran sekitar Rp7,5 miliar.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bagus Anugrah Nusantara, mengatakan pekerjaan tahun ini meliputi pembangunan drainase dan peningkatan badan jalan. Penyesuaian elevasi jalan dilakukan agar pembangunan saluran dapat lebih efektif mengurangi genangan.

"Secara teknis, drainase kalau tidak diimbangi dengan peningkatan jalan akan kalah. Nanti malah tetap banjir. Jadi, setelah kita telaah, Jalan Tjilik Riwut memang memerlukan leveling ulang," kata Bagus.

Saluran drainase yang digunakan dalam pekerjaan tersebut menggunakan konstruksi precast. Saluran dicetak terlebih dahulu sebelum dipasang di lokasi pekerjaan.

Sementara peningkatan badan jalan dilakukan menggunakan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB).

Menurut Bagus, air dari kawasan Jalan Tjilik Riwut nantinya diarahkan melalui dua jalur saluran. Salah satunya menuju saluran di kawasan Bumi Raya, sedangkan jalur lainnya mengarah ke kawasan sungai di sekitar bengkel.

"Fungsi utamanya drainase. Cuma setelah kita kaji secara teknis, kalau drainasenya saja kita buat, nanti jalannya tetap akan banjir. Karena itu, pembangunan saluran dan peningkatan badan jalan dilakukan secara beriringan," jelasnya.

Pada tahap berikutnya, saluran drainase direncanakan menggunakan konstruksi penutup dengan elevasi rendah. Konsep tersebut disiapkan agar saluran tetap berfungsi dengan baik tanpa mengganggu mobilitas kendaraan maupun aktivitas masyarakat di sepanjang Jalan Tjilik Riwut.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
pengendali banjir sampit drainase kotim