Karhutla Kotim Tak Cukup Andalkan Laporan Warga, Petugas Diminta Aktif Patroli

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:00 WIB

 

APEL: Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan memimpin apel di halaman Posko Karhutla BPBD Kotim, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
APEL: Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan memimpin apel di halaman Posko Karhutla BPBD Kotim, baru-baru tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta tidak hanya mengandalkan laporan masyarakat.

Petugas di lapangan perlu aktif melakukan patroli untuk memastikan tidak ada titik kebakaran yang luput dari penanganan.

Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan mengatakan, patroli penting dilakukan karena kondisi di lapangan dapat berubah setelah laporan awal diterima. Petugas juga perlu memastikan setiap titik kebakaran benar-benar tertangani.

Baca Juga: DPRD Kalteng Dorong Anggaran Lebih Banyak untuk Ekonomi Produktif

“Jangan mengandalkan laporan masyarakat, tapi juga patroli petugas terhadap kebakaran lahan yang belum tertangani,” ujarnya.

Selain patroli, Dwi meminta setiap danru (komandan regu) melaporkan kondisi sebelum dan setelah tiba di lokasi. Laporan tersebut sebaiknya dilengkapi foto agar posko dapat mengetahui situasi sebenarnya di lapangan.

“Pada saat menuju ke titik lokasi, masing-masing danru harus laporan. Setelah tiba di lokasi dilaporkan di grup, foto sama laporan,” katanya.

Baca Juga: Tak Bawa STNK Fisik Saat Berkendara? Kini Cukup Tunjukkan STNK Digital

Menurut Dwi, laporan dari lapangan sebaiknya dibuat singkat dan jelas. Laporan yang terlalu panjang dikhawatirkan tidak dibaca secara detail sehingga informasi penting justru terlewat.

Penanganan juga diarahkan untuk memprioritaskan titik kebakaran yang berada dekat kawasan permukiman dan area operasional Bandara H Asan Sampit.

“Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas sekaligus mengurangi dampak kabut asap ke wilayah perkotaan. Operasional bandara harus cepat tertangani. Kita fokus mengarah ke perumahan,” tukasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering dandim 1015 sampit kemarau kabut asap karhutla