Respons Karhutla Dinilai Masih Lambat, Dandim 1015 Sampit Minta Petugas Lakukan Ground Check

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:18 WIB

 

EVALUASI: Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan saat menyampaikan masukan dalam rapat evaluasi penanganan Karhutla dan kekeringan di Kotim, Sabtu (26/9/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
EVALUASI: Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan saat menyampaikan masukan dalam rapat evaluasi penanganan Karhutla dan kekeringan di Kotim, Sabtu (26/9/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim) dievaluasi. Sistem pembagian tim berdasarkan zona dinilai perlu disesuaikan dengan pola responsif agar penanganan titik api maupun asap lebih cepat.

Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan mengatakan, seluruh unsur penanganan sebaiknya dikendalikan dari Posko BPBD. Petugas juga diminta melakukan pengecekan lapangan atau ground check sebelum apel pagi untuk mengetahui lokasi yang membutuhkan pembasahan atau pendinginan.

Baca Juga: Penanganan Karhutla di Kotim Terkendala Komunikasi, Pemkab Siapkan Tambahan HT untuk Petugas

“Yang pertama harus ada ground check dari pagi. Sebelum jam 08.00, apel pagi seluruhnya itu harus ada ground check dulu untuk melihat mana yang perlu pembasahan,” ujarnya dalam rapat evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, waktu respons petugas masih perlu diperbaiki. Petugas terkadang baru bergerak sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 karena harus mengikuti apel, mengisi air dan BBM. Padahal, waktu pagi dinilai penting untuk melakukan pembasahan atau pemadaman.

Baca Juga: Digitalisasi PBB-P2 Berbuah Penghargaan, Kotim Raih TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten se-Kalimantan

Dwi menyarankan seluruh unsur berkumpul dan terkontrol di Posko Pusat agar pergerakan petugas lebih mudah dipantau. Patroli juga perlu ditingkatkan dan tidak hanya mengandalkan laporan masyarakat.

Setiap Danru diminta melaporkan kondisi setelah tiba di lokasi, dilengkapi foto dan keterangan melalui grup komunikasi. Penanganan diprioritaskan pada titik yang berpotensi mengganggu permukiman dan operasional Bandara H Asan Sampit.

Baca Juga: Kunjungi Kantor DLH-BPBD, Bupati Kotim Tegaskan Penanganan Karhutla Harus Sampai Tuntas

“Kami mengingatkan personel yang kelelahan agar tidak memaksakan diri dan dapat bergantian saat bertugas,” imbaunya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
dandim sampit ground check evaluasi kotim karhutla