Kekeringan Bikin Warga Mentaya Hulu Khawatir, Air Mentah Mulai Diragukan untuk Masak

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

 

Sekcam Mentaya Hulu Jajang Rayak
Sekcam Mentaya Hulu Jajang Rayak

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah warga mulai ragu menggunakan air mentah dari sumber yang selama ini dimanfaatkan, terutama untuk kebutuhan memasak.

Sekretaris Kecamatan Mentaya Hulu Jajang Rayak mengatakan, kondisi tersebut mulai dirasakan sejak awal Agustus. Saat itu, kualitas air mulai dinilai meragukan untuk dikonsumsi.

“Kesulitan airnya baru di awal Agustus kemarin. Sudah agak meragukan airnya,” kata Jajang, baru-baru ini.

Baca Juga: Petugas Karhutla Berguguran, Irawati Ingatkan Jangan Paksa Diri Saat Kondisi Menurun

Menurutnya, kondisi semakin parah sejak akhir Agustus hingga September. Meski air masih dapat digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), warga mulai berhati-hati menggunakannya untuk memasak.

“Untuk MCK itu masih aman ya kelihatannya. Nah, kalau untuk masak bukan mereka tidak berani, mereka masih ragu-ragu,” ujarnya.

Baca Juga: Keluhan Jalan dan Jembatan Mendominasi Reses, DPRD Kalteng Minta Pemerintah Lebih Serius

Karena itu, distribusi air bersih dari pemerintah sangat membantu masyarakat. Pada Minggu (20/9/2026), Wakil Bupati Kotim Irawati turut menyalurkan air bersih ke wilayah Mentaya Hulu untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Kalau ada distribusi air bersih dari pemerintah, Alhamdulillah mereka terbantu untuk masak,” pungkasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering krisis air kemarau kabut asap karhutla