Karhutla Rawa Sari, 30 Polisi Harus Berjalan Kaki Sambil Gotong Mesin Pompa ke Titik Api

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:45 WIB

 

KARHUTLA : Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra mendatangi lokasi Karhutla di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Minggu (20/9/2026) tadi. FOTO: POLRES KOTIM/RADAR SAMPIT
KARHUTLA : Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra mendatangi lokasi Karhutla di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Minggu (20/9/2026) tadi. FOTO: POLRES KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kobaran api yang melahap hutan dan lahan di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotawaringin Timur (Kotim) memaksa puluhan personel Kepolisian turun langsung ke lokasi. 

Sebanyak 30 personel Satuan Samapta Polres Kotim dikerahkan bersama tim gabungan untuk memadamkan api sekaligus mencegahnya meluas.

Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra melalui Kasat Samapta Polres Kotim Iptu Heri Susanto mengatakan, personelnya masih disiagakan di lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Baca Juga: Tekanan Fiskal Meningkat, DPRD Kalteng Minta Pemda Benahi Tata Kelola untuk Dongkrak PAD

“Ada tiga regu anggota Sat Samapta disiagakan di lokasi membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, dibantu TNI, BPBD dan pihak lainnya,” kata Heri saat ditemui di Mapolres Kotim, Senin (21/9/2026) tadi.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan kobaran api. Selain pemadaman langsung, petugas membuat pemblokiran agar api tidak bergerak menuju lahan lainnya.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala medan yang sulit. Sejumlah titik api tidak dapat dijangkau kendaraan sehingga petugas harus menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sambil membawa mesin pompa air.

Baca Juga: Pipa Air Bersih Baru Sampai Parebok, Ujung Pandaran Masih Menunggu Perluasan Jaringan

“Tantangannya sendiri medan yang sulit dijangkau. Mulai dari menggunakan sepeda motor hingga harus berjalan kaki sambil menggotong mesin pompa air berkilo-kilo masuk ke titik api,” ujarnya.

Beratnya medan membuat personel harus bekerja ekstra. Peralatan pemadam juga tidak selalu bisa dibawa hingga mendekati titik api. Bahkan, kendaraan roda dua yang membawa peralatan sempat terjatuh akibat kondisi jalan yang bergelombang.

Meski menghadapi berbagai kendala, pemadaman terus dilakukan. Personel Samapta bersama TNI, BPBD, dan unsur terkait berupaya melokalisasi api agar tidak merembet dan memperluas dampak kebakaran.

Baca Juga: Wabup Kotim Irawati Minta Camat Turun Langsung Cek Kondisi Warga di Tengah Karhutla dan Kekeringan

“Personel kami masih disiagakan hingga kondisi di lokasi dinilai aman,” tandasnya. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
rawa sari pulau hanuat titik api kotim karhutla