SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Rencana memperluas jaringan air bersih hingga wilayah selatan Kotawaringin Timur (Kotim) masih membutuhkan sejumlah tahapan.
Saat ini, jaringan pipa yang menjadi bagian dari rencana tersebut baru mencapai Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit. Sementara jaringan menuju Ujung Pandaran belum tersedia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim Rifarna Montazriani mengatakan, keberadaan pipa hingga Parebok bukan berarti jaringan tersebut sudah tersambung dan melayani seluruh wilayah selatan.
Baca Juga: Wabup Kotim Irawati Minta Camat Turun Langsung Cek Kondisi Warga di Tengah Karhutla dan Kekeringan
“Sebenarnya pipa ini sudah sampai dengan Desa Parebok. Posisinya masih di pinggir jalan. Dari Parebok sampai dengan Ujung Pandaran memang belum terlayani oleh PDAM,” kata Rifarna.
Kondisi tersebut menjadi salah satu yang akan ditindaklanjuti pemerintah daerah setelah Bupati Kotim Halikinnor menginstruksikan upaya perluasan jaringan air bersih hingga wilayah selatan, termasuk Ujung Pandaran.
Namun, pembangunan jaringan tidak bisa langsung dilakukan. DCKTRP terlebih dahulu akan melakukan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) untuk memastikan rencana tersebut layak dari sisi teknis, ekonomi, dan bisnis.
Baca Juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Bupati Halikinnor Cek Langsung Kondisi Warga di Mentawa Baru Hilir
“Dinas Cipta Karya sesuai instruksi Pak Bupati nanti akan melakukan FS dulu, terkait apakah memang itu layak berdasarkan dari teknis maupun dari sisi ekonominya maupun dari sisi bisnisnya,” ujarnya.
Setelah FS, tahapan berikutnya dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Sesuai instruksi bupati, pemerintah daerah kemungkinan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan FS dan DED tersebut pada 2027.
Perluasan jaringan ini diharapkan dapat membuka akses air bersih bagi masyarakat di wilayah selatan. Jaringan dari instalasi pengolahan air di Sampit juga diupayakan tersambung hingga wilayah selatan sebagai alternatif apabila sumber air baku di Sei Lepeh atau Samuda terganggu akibat intrusi air laut. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor