Api Karhutla Mengancam SMPN 8 Sampit, Plafon Bangunan Terbakar

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 16:17 WIB
Bangunan milik SMP Negeri 8 terbakar akibat rembetan api dari kebakaran lahan di samping sekolah, Selasa (22/9/2026). (Satgas Karhutla)
Bangunan milik SMP Negeri 8 terbakar akibat rembetan api dari kebakaran lahan di samping sekolah, Selasa (22/9/2026). (Satgas Karhutla)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam lingkungan SMP Negeri 8 Sampit, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Selasa  (22/9/2026). Api yang sebelumnya dipadamkan hingga Senin malam  (21/9/2026 ) kembali muncul di sejumlah titik.

Tak hanya membakar lahan, api bahkan merambat hingga bagian plafon salah satu bangunan sekolah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kepala SMPN 8 Sampit Irwandy Zuhairin mengatakan, api pertama kali kembali terlihat dari sisi utara sekolah, tak jauh dari laboratorium komputer. Setelah itu, titik api muncul di sisi selatan.

“Setelah pemadaman tadi malam selesai sekitar pukul 22.00 WIB, pagi tadi api kembali menyala dari sisi utara dekat laboratorium komputer. Kemudian di sisi selatan juga muncul api, dan tiba-tiba bagian plafon bangunan kedua ikut terbakar,” ujarnya.

PANTAU TKP: Wabup Kotim Irawati SPd MAP bersama Kepala SMPN 8 Sampit Irwandy ketika meninjau lokasi bangunan kelas yang atapnya sempat terbakar karena terdampak api karhutla di sekitar sekolah, Senin (22/9/2026). (Siti Fauziah/Radar Sampit)
PANTAU TKP: Wabup Kotim Irawati SPd MAP bersama Kepala SMPN 8 Sampit Irwandy ketika meninjau lokasi bangunan kelas yang atapnya sempat terbakar karena terdampak api karhutla di sekitar sekolah, Senin (22/9/2026). (Siti Fauziah/Radar Sampit)
Menurut Irwandy, bagian plafon yang terbakar berada di sisi bangunan yang sulit dijangkau api secara langsung dari lahan. Pihak sekolah menduga bara atau bunga api terbawa angin hingga mengenai bagian bangunan.

“Kalau secara normal api tidak memungkinkan sampai ke bagian pojok luar bangunan. Tetapi mungkin saja ada bunga api yang terbang dan mengenai plafon,” katanya.

Meski demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab pasti plafon tersebut terbakar.

Tim penanganan karhutla kembali dikerahkan ke lokasi setelah pihak sekolah melaporkan munculnya api. Petugas melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak menjalar ke bangunan sekolah.

Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar tatap muka belum dapat dilakukan. SMPN 8 Sampit telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari.

“Untuk pembelajaran memang PJJ. Sudah dua hari ini kami PJJ. Melihat kondisi sekarang, dua sampai tiga hari ke depan belum memungkinkan untuk tatap muka,” jelas Irwandy.

Pihak sekolah juga memperketat pengawasan di lingkungan sekolah. Sejumlah personel, termasuk penjaga sekolah, ditugaskan memantau kondisi secara bergantian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bara yang kembali menyala setelah pemadaman. Jika ditemukan api kembali, pihak sekolah akan segera menghubungi tim penanganan karhutla.

“Kami menurunkan beberapa anggota sekolah dan penjaga sekolah untuk memantau secara bergantian. Kalau ada sedikit saja api atau bagian yang terbakar lagi, segera kami hubungi tim karhutla,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Kotim, Irawati langsung menuju lokasi setelah mendapat kabar tersebut. Pihaknya meminta sekolah lebih waspada lagi selama musim kemarau belum berakhir. Apalagi lahan di sekeliling sekolah sudah terbakar sampai merembet ke atap bangunan sekolah. 

"Kalau kegiatan belajar masih daring karena kondisi asap dan karhutla ini, harus tetap ada yang standby di sekolah. Baik siang maupun malam hari untuk jaga, sehingga bisa berkoordinasi secepatnya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
SMPN 8 Terbakar SMPN 8 Sampit terbakar SMPN 8 Sampit Karhutla