Kendaraan Khusus Water Treatment Dikerahkan, Warga Mentaya Hulu Dapat Air Bersih Gratis     

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 18:31 WIB
Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung distribusi air bersih sekaligus pengoperasian Ransus Water Treatment tersebut, Minggu (20/9).  (Yuni/Radar Sampit)
Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung distribusi air bersih sekaligus pengoperasian Ransus Water Treatment tersebut, Minggu (20/9).  (Yuni/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat akses air bersih gratis di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Bantuan air bersih tersebut disalurkan menggunakan kendaraan khusus (Ransus) Water Treatment yang ditempatkan di halaman Kantor Polsek Mentaya Hulu.

 Ransus Water Treatment merupakan bantuan dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah melalui koordinasi dengan Polres Kotim. Kendaraan tersebut mampu mengolah air yang sebelumnya tidak layak konsumsi menjadi air bersih untuk dimanfaatkan masyarakat.

Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau langsung distribusi air bersih sekaligus pengoperasian Ransus Water Treatment tersebut, Minggu (20/9).  Irawati mengatakan, keberadaan kendaraan tersebut sangat membantu warga Mentaya Hulu, terutama masyarakat yang kesulitan membeli air secara rutin selama musim kekeringan.

“Ada warga yang mampu beli air bersih, tapi ada juga yang tidak bisa beli. Tapi dengan adanya air gratis ini mereka sangat bersyukur,” kata Irawati.

Menurutnya, kebutuhan air bersih dapat menjadi beban bagi masyarakat apabila harus membeli secara terus-menerus. Dengan harga sekitar Rp5.000 per galon, pengeluaran warga dalam sepekan bisa mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu jika membeli air tiga sampai empat kali.

Untuk mendapatkan air bersih, warga cukup membawa galon atau jeriken ke halaman Kantor Polsek Mentaya Hulu. Selain memanfaatkan Ransus Water Treatment, masyarakat sebelumnya juga telah mengambil air dari sumur bor di kantor polsek tersebut.

“Di Polsek Mentaya Hulu itu ada sumur bor yang dalamnya sekitar 80 meter. Sebelum ada mobil ini pun masyarakat sudah diperbolehkan mengambil air di sana,” jelasnya.

Irawati menyampaikan terima kasih kepada Dansat Brimob Polda Kalteng dan Kapolres Kotim melalui Kapolsek Mentaya Hulu atas sinergi dalam penyediaan air bersih. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah bersama unsur terkait dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan.

“Kotim tidak hanya mengalami karhutla, tetapi juga kekeringan. Hampir di semua kecamatan ada yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Air yang dihasilkan melalui proses pengolahan Ransus Water Treatment tercatat memiliki pH 6,6. Meski demikian, Irawati mengingatkan masyarakat agar air tersebut diolah kembali sebelum dikonsumsi.

“Silakan warga melakukan pengisian air, namun dikelola lagi dengan cara direbus sebelum dikonsumsi,” imbaunya.

Penempatan Ransus Water Treatment di Mentaya Hulu juga berkaitan dengan persiapan pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kotim yang akan digelar di Kelurahan Kuala Kuayan. Pemerintah daerah sebelumnya berkoordinasi dengan Kapolres Kotim agar kendaraan tersebut sementara ditempatkan di wilayah Mentaya Hulu.

Ransus Water Treatment rencananya digunakan untuk mendukung penyediaan air bersih selama pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kotim yang dijadwalkan berlangsung pada 1–7 Oktober 2026 di Kecamatan Mentaya Hulu.

Selain memenuhi kebutuhan peserta dan panitia MTQ, keberadaan kendaraan tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar yang mengalami keterbatasan air bersih akibat kekeringan.

Sementara itu, Nisa, warga Kecamatan Mentaya Hulu, mengaku terbantu dengan adanya Ransus Water Treatment. Menurutnya, wilayah tersebut telah mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan sehingga warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya Water Treatment ini. Sudah sekitar dua bulan mengalami kekeringan. Biasanya kami beli air, Alhamdulillah masih mampu membeli air galon isi ulang. Sebelum ada mobil ini, kami juga sering meminta air dari Polsek karena di sana ada sumur bor. Setelah ada Water Treatment ini, kami sangat terbantu karena bisa mendapatkan air secara gratis,” kata Nisa. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
kekeringan kotawaringin timur