SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyalurkan 18.600 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Mentaya Hulu, Minggu (20/9). Pendistribusian dipimpin langsung Wakil Bupati Kotim Irawati sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.
Air bersih tersebut diangkut menggunakan enam armada. Dua mobil tangki dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim masing-masing membawa 5.000 liter air. Selain itu, satu mobil tangki Perumdam Tirta Mentaya juga membawa 5.000 liter air.
Tiga armada lainnya berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan kendaraan Wakil Bupati. Masing-masing membawa sekitar 1.200 liter air untuk didistribusikan ke sejumlah lokasi yang membutuhkan.
“Air bersih yang didistribusikan ke Kecamatan Mentaya Hulu sebanyak 18.600 liter menggunakan sejumlah armada,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati.
Salah satu lokasi pendistribusian berada di Pondok Pesantren Muhajirin Amin, Jalan Lintas Kuayan RT 01 RW 01, Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Bantuan air tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan di lingkungan pondok pesantren yang juga akan digunakan sebagai tempat tinggal dewan hakim selama pelaksanaan MTQ Kabupaten Kotim.
Irawati mengatakan, pendistribusian air dilakukan untuk membantu masyarakat dan sejumlah fasilitas yang membutuhkan pasokan air di tengah kondisi kemarau. Pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan armada yang tersedia agar kebutuhan air di wilayah terdampak dapat dipenuhi.
“Air ini kita distribusikan ke tempat-tempat yang memang membutuhkan. Kita melihat kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk fasilitas seperti pondok pesantren,” ujarnya.
Selain untuk kebutuhan saat ini, perhatian terhadap Pondok Pesantren Muhajirin Amin juga berkaitan dengan persiapan pelaksanaan MTQ Kabupaten Kotim yang dijadwalkan berlangsung awal Oktober 2026. Kecamatan Mentaya Hulu menjadi tuan rumah kegiatan tersebut sehingga kesiapan fasilitas, termasuk ketersediaan air, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Begitu pula fasilitas publik lainnya, seperti sekolah dan puskesmas. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno