Api Karhutla Terus Membara, Parit dan Embung Mengering hingga Pasokan Air untuk Pemadaman Menipis

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 20:53 WIB

 

SAMBANG WARGA: Bupati Kotim Halikinnor berbincang dengan warga dan Camat MHS Wahyudah, Kamis (17/9/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
SAMBANG WARGA: Bupati Kotim Halikinnor berbincang dengan warga dan Camat MHS Wahyudah, Kamis (17/9/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi kendala serius.

Bukan hanya titik api yang terus diburu, tetapi sumber air untuk pemadaman juga semakin terbatas.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kondisi lahan yang semakin kering membuat sejumlah parit dan embung mulai mengering. Akibatnya, pasokan air ke lokasi kebakaran menjadi persoalan utama.

Baca Juga: Cegah Karhutla Merembet ke Permukiman, Damkar Kotim Minta Warga Bersihkan Semak 10 Meter dari Rumah

“Kendala kita yang utama kan air. Karena ini semua kering, parit-parit, embung-embung itu kering,” kata Halikinnor.

Untuk mengatasinya, pemerintah memanfaatkan sumber air alternatif, salah satunya sumur bor yang dibuat Kodim. Pemkab juga menyiapkan tangki untuk mengangkut air ke lokasi yang jauh dari sumber air.

Halikinnor mengatakan kekuatan personel cukup terbantu dengan keterlibatan TNI dan Polri. Namun, tambahan personel harus diimbangi sarana pendukung agar penanganan lebih efektif.

Baca Juga: BKKBN Kalteng Minta Pencatatan Pelayanan KB Diperketat, Data Jadi Dasar Distribusi Alat Kontrasepsi

Selain tangki, pemerintah juga memburu ketersediaan alkon atau mesin pompa air. Jika persediaan di Sampit terbatas, pengadaan akan dicari hingga ke luar daerah.

“Kita lihat persediaan alkon di Sampit. Kalau tidak ada, kita cari ke luar daerah,” imbuhnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering stok air menipis kemarau kabut asap karhutla