Kasus Diare Meningkat di Sejumlah Kecamatan Kotim, Dinkes Pastikan Puskesmas Tetap Siaga

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:44 WIB

 

Ilustrasi Diare (AI)
Ilustrasi Diare (AI)

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Selain gangguan pernapasan, kondisi kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) turut diikuti peningkatan kasus diare di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim kini memantau perkembangan kasus tersebut.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, peningkatan kasus diare ditemukan di beberapa kecamatan. Meski demikian, kondisi pasien sejauh ini masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Diare ada peningkatan. Ada beberapa kecamatan yang memang ada peningkatan kasus diare,” kata Umar dalam rapat koordinasi penanggulangan darurat Karhutla Kabupaten Kotim, baru-baru ini.

Baca Juga: Cegah Kekurangan dan Penumpukan Alokon, BKKBN Kalteng Tekankan Pentingnya Data Pelayanan KB

Menurutnya, belum ditemukan pasien dengan kondisi berat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit. Sejumlah pasien masih dapat menjalani perawatan di puskesmas, termasuk rawat inap.

“Akan tetapi masih dilakukan rawat inap di puskesmas-puskesmas. Jadi untuk kasus-kasus berat, Insya Allah belum kami temukan sampai saat ini,” jelasnya.

Dinkes terus memantau laporan kasus dari puskesmas yang tersebar di wilayah Kotim. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau selama situasi darurat karhutla dan kemarau berlangsung.

Baca Juga: Ekonomi Kalteng Tumbuh 3,79 Persen, DPRD Soroti Daya Beli dan Kemiskinan

Umar memastikan seluruh puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk diare maupun penyakit lainnya.

“Masih ditangani di faskes kita, di puskesmas,” ujarnya.

Dinkes mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami diare berulang, lemas, atau tanda-tanda kekurangan cairan. “Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat,” tandasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
penyakit kesehatan diare kabut asap karhutla