SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Salah satunya, alkon (mesin pompa air) yang dibutuhkan untuk memompa dan mendistribusikan air ke lokasi kebakaran.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana menjadi perhatian pemerintah karena kondisi di lapangan membutuhkan dukungan peralatan yang memadai. Terlebih, sejumlah sumber air seperti parit dan embung mulai mengering.
Baca Juga: Anggaran Kalteng Terbatas, DPRD Minta Belanja Daerah Dievaluasi agar Lebih Berdampak ke Masyarakat
“Kendala kita utama kan air. Karena ini semua kering, parit-parit, embung-embung itu kering,” kata Halikinnor.
Untuk mengatasi keterbatasan sumber air, Kodim telah membuat sejumlah sumur bor yang kini dapat dimanfaatkan. Namun, air dari sumber tersebut tetap membutuhkan alkon untuk dipompa dan disalurkan ke lokasi pemadaman.
“Alhamdulillah Kodim sudah banyak membuat sumur-sumur bor, ini yang berfungsi. Tapi tadi kita membutuhkan alkon,” ujarnya.
Baca Juga: Pulang Padamkan Karhutla, Warga Hanjalipan Meninggal Dunia
Halikinnor menyebut stok alkon di Kotim mulai sulit ditemukan. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mencari peralatan hingga ke luar daerah agar kebutuhan pemadaman tidak terhambat.
“Di sini habis katanya alkon. Makanya saya perintahkan kalau habis di sini, pesan ke Banjar. Nggak ada di Banjar, cari di Surabaya. Nggak ada di Surabaya, cari lagi ke lain,” tegasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor