Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Kalteng, Pengendalian dan Koordinasi Diperkuat

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 22:56 WIB

 

RAPAT: Wabup Kotim Irawati mengikuti rapat evaluasi penanggulangan Karhutla Provinsi Kalteng di Palangka Raya, Jumat (11/9/2026). PROKOPIMKOTIM/RADAR SAMPIT
RAPAT: Wabup Kotim Irawati mengikuti rapat evaluasi penanggulangan Karhutla Provinsi Kalteng di Palangka Raya, Jumat (11/9/2026). PROKOPIMKOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus diperkuat menyusul kebakaran dan dampak asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat koordinasi melalui Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Kalteng, Jumat (11/9/2026).

Rapat dipimpin Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan diikuti Wakil Bupati Kotim Irawati bersama jajaran Pemkab Kotim. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI untuk mengevaluasi penanganan karhutla sekaligus memperkuat langkah pengendalian.

Baca Juga: Maulid Nabi 1448 H Jadi Momentum GPW Kotim Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Antaranggota

Irawati mengatakan, evaluasi penting dilakukan karena penanganan karhutla saat ini tidak lagi sebatas pencegahan. Kebakaran yang terjadi harus segera dikendalikan agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

“Sekarang kita memang sedang menghadapi karhutla. Karena itu, yang kita lakukan bukan hanya antisipasi, tetapi bagaimana penanganannya bisa dilakukan bersama-sama dan secepat mungkin,” kata Irawati.

Baca Juga: Belanja Daerah Kalteng Naik, DPRD Ingatkan Realokasi Anggaran Jangan Ganggu Program Prioritas

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat. Koordinasi diperlukan agar upaya pemadaman di lapangan berjalan lebih efektif.

“Kita harus bersinergi, karena pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Dukungan dan kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan. Yang paling penting bagaimana api bisa kita kendalikan dan masyarakat tidak semakin terdampak asap,” tukasnya. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
rakor kemarau kalteng kabut asap karhutla