Kecukupan SDM Jadi Perhatian RSUD dr Murjani

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 17:39 WIB
Gedung RSUD dr Murjani Sampit di Jalan HM Arsyad, Sampit.
Gedung RSUD dr Murjani Sampit di Jalan HM Arsyad, Sampit. 

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – RSUD dr Murjani Sampit terus memperhatikan kecukupan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga medis, untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jumlah dokter dan perawat di setiap unit pelayanan dinilai perlu disesuaikan dengan beban kerja agar pelayanan berjalan optimal.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan tidak hanya dilihat berdasarkan jumlah keseluruhan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing unit pelayanan. Hal tersebut penting agar beban kerja tenaga medis tetap proporsional dan tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan.

“Penambahan SDM dan insentif berbanding lurus dengan peningkatan kualitas, keamanan pasien, dan optimalisasi seluruh lini layanan medis,” ujar Yulia.

Menurutnya, kecukupan tenaga kesehatan memberikan ruang bagi dokter dan perawat untuk bekerja lebih fokus dan teliti. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan keselamatan pasien, terutama ketika petugas harus menangani kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

“Ketika rumah sakit berinvestasi pada manusia dan kesejahteraan mereka, dampaknya akan terjadi secara beruntun. Beban kerja menjadi lebih sesuai, tenaga medis dapat lebih fokus, dan motivasi kerja juga meningkat,” jelasnya.

Penguatan SDM diharapkan berdampak pada berbagai lini pelayanan, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), poliklinik, kamar operasi hingga ruang rawat inap. Dengan jumlah tenaga yang sesuai kebutuhan, pelayanan diharapkan lebih efektif sekaligus membantu mengurangi antrean pasien.

Yulia menegaskan, penambahan tenaga maupun pemberian insentif harus dilakukan berdasarkan kebutuhan yang terukur.

“Penambahan SDM harus didasarkan pada analisis beban kerja yang nyata. Begitu juga dengan insentif, harus diberikan secara adil dan berbasis kinerja atau key performance indicator (KPI),” pungkasnya. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
RSUD dr Murjani Sampit pelayanan