SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan mulai menempati gedung SRT 1 di kawasan Wengga Metropolitan Sampit pada akhir September atau paling lambat awal Oktober 2026.
Meski ruang belajar hampir rampung, fasilitas asrama masih dalam tahap penyelesaian.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, kepindahan siswa masih menunggu kesiapan seluruh fasilitas asrama, terutama tempat tidur dan berbagai kebutuhan pendukung. Penempatan juga harus disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan dan jenis kelamin.
“Kalau tidak ada halangan, akhir September atau awal Oktober mudah-mudahan secepatnya sudah bisa pindah. Tempat belajarnya insyaallah sudah bisa, tetapi asramanya masih dalam proses,” kata Irawati, Selasa (8/9).
Pembangunan Fisik Capai 99 Persen
Irawati menjelaskan, secara fisik pembangunan gedung SRT 1 telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, sejumlah pekerjaan penunjang masih harus dituntaskan sebelum siswa dapat dipindahkan.
Salah satunya perakitan tempat tidur di asrama. Selain itu, penyedia makanan juga perlu menyesuaikan layanan konsumsi dengan jumlah siswa yang nantinya menempati gedung tersebut.
“Kalau melihat pembangunannya sudah hampir selesai, sekitar 99 persen. Mungkin tinggal kesiapan tempat tidur karena masih harus dirakit. Kemudian, vendor makanan juga harus menyesuaikan dengan jumlah murid,” ujarnya.
Kesiapan asrama menjadi perhatian karena siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA tidak dapat ditempatkan dalam satu area tanpa pengaturan. Begitu pula siswa laki-laki dan perempuan yang harus menempati asrama secara terpisah.
Siswa SD Masih Belajar di SRT 55
Sambil menunggu gedung SRT 1 siap digunakan, siswa dan siswi jenjang SD masih mengikuti pembelajaran di fasilitas SRT 55. Mereka ditempatkan sementara di lokasi tersebut karena fasilitas di gedung baru belum sepenuhnya siap.
Sebelumnya, aktivitas pembelajaran siswa SRT 1 sempat terganggu akibat kabut asap pekat. Kondisi tersebut membuat siswa yang masih memiliki keluarga dipulangkan ke rumah masing-masing.
Sementara siswa yang tidak memiliki keluarga atau tinggal jauh dari keluarga untuk sementara dikumpulkan di SRT 55.
“Yang tidak punya keluarga sementara dikumpulkan di sini. Kalau yang punya keluarga, mereka pulang ke keluarganya,” jelas Irawati.
Saat ini, sekitar empat siswa masih tinggal sementara di asrama SRT 55 karena tidak memiliki keluarga yang dapat menjadi tempat tinggal selama masa pemindahan.
Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Irawati memastikan pemindahan siswa ke gedung SRT 1 tetap ditargetkan terealisasi pada 2026. Sebelumnya, penyelesaian fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada Juli oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Namun, target tersebut meleset karena adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan di lapangan.
“Mudah-mudahan tahun ini. Karena dari Kemensos dan Kementerian PU seharusnya selesai Juli kemarin, tetapi mungkin ada kendala di lapangan sehingga sampai sekarang belum selesai,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko