Kabar Baik! Hujan Mulai Mengintai Kotim, Risiko Karhutla Diprediksi Turun Drastis

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:42 WIB
Peta informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan, Kotawaringin Timur, terdapat potensi hujan tinggi. (BMKG)
Peta informasi prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan, Kotawaringin Timur, terdapat potensi hujan tinggi. (BMKG)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Harapan turunnya hujan mulai terbuka di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah beberapa waktu dilanda cuaca panas dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan ringan berpeluang mengguyur wilayah tersebut dalam 24 jam ke depan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur untuk periode 7 hingga 8 September 2026 pukul 07.00 WIB, Kotim berpotensi mengalami hujan ringan.

"Peluang terbentuknya awan hujan juga cukup tinggi. Model European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan di Kotim lebih dari 70 persen," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo, Senin (7/9/2026). 

Kondisi tersebut menjadi kabar baik di tengah tingginya potensi kebakaran. Peta potensi kemudahan kebakaran menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar pada 7 September.

Namun, kondisi diprakirakan berubah sehari berikutnya.

Pada 8 September, tingkat kemudahan kebakaran diprediksi turun signifikan. Sejumlah wilayah masuk kategori aman hingga tidak mudah terbakar.

Perubahan tersebut berkaitan dengan meningkatnya potensi hujan di wilayah Kotim.

Meski demikian, potensi hujan belum berarti ancaman karhutla sepenuhnya berakhir. Hujan ringan yang turun tidak merata belum tentu mampu membasahi lahan secara optimal, terutama pada kawasan yang masih mengalami kekeringan.

Kondisi ini membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan perlu dihindari, khususnya ketika kondisi lapangan masih kering.

Jika hujan turun sesuai prakiraan, peningkatan kelembapan lahan diharapkan dapat membantu menekan potensi munculnya titik api dan memperlambat penyebaran karhutla.

Setidaknya, perubahan peta risiko dari sangat mudah terbakar menjadi aman hingga tidak mudah terbakar pada 8 September menjadi indikasi membaiknya kondisi cuaca di Kotim. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
hujan di kotim potensi hujan di kotim