Kabut Asap Masih Pekat di Sampit, Jarak Pandang Turun Jadi 0,8 Kilometer

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:35 WIB
Kabut asap terpantau dari salah satu bangun tinggi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat pagi (4/9/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kabut asap terpantau dari salah satu bangun tinggi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat pagi (4/9/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat pagi (4/9/2026 ).

Kondisi tersebut membuat jarak pandang di wilayah Sampit turun signifikan dibandingkan malam sebelumnya.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim, pada Kamis (3/9) pukul 23.00 WIB, jarak pandang masih berada di angka 1.500 meter atau 1,5 kilometer.

Saat itu, kondisi cuaca tercatat sebagai kabut asap. Suhu 23,7 derajat Celsius dengan kelembapan 90 persen.

Angin dalam kondisi calm atau tenang dengan kecepatan 0 kilometer per jam.

Memasuki Jumat (4/9) pukul 07.00 WIB, kondisi memburuk. Jarak pandang turun menjadi hanya 0,8 kilometer atau sekitar 800 meter.

BMKG juga masih mencatat kondisi cuaca sebagai kabut asap.

Suhu sedikit meningkat menjadi 24,4 derajat Celsius, sedangkan kelembapan mencapai 95 persen.

Angin masih dalam kondisi calm dengan kecepatan 0 kilometer per jam.

Kondisi tersebut turut dirasakan warga. Asap disebut mulai terlihat sejak dini hari dan semakin menebal menjelang pagi.

"Asap cukup pekat meski jarak pandang tampak masih aman," kata Usna, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat pagi.

Menurutnya, kabut asap tidak langsung menghilang ketika hari mulai terang.

Justru, hingga mendekati siang, kepulan asap dirasakan semakin pekat.

"Menjelang siang kabut asap bukannya berkurang, malah makin tambah pekat," ujarnya.

Kondisi angin yang tenang turut membuat asap bertahan di sekitar wilayah permukiman.

Situasi ini menjadi perhatian warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar rumah pada pagi hingga siang hari.

Kabut asap tersebut terjadi di tengah tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim.

Sebelumnya, BMKG mencatat ratusan titik panas masih terdeteksi di wilayah kabupaten tersebut.

Warga diimbau tetap memperhatikan kondisi udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat.

Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat berubah dengan cepat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Karhutla Sampit Kabut Asap Sampit karhutla kotim sampit kabut asap