Dari Balik Lapas, Warga Binaan Diasah Jadi Kapster

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:05 WIB
Pembinaan kemandirian melalui keterampilan mencukur rambut di Lapas Sampit.
Pembinaan kemandirian melalui keterampilan mencukur rambut di Lapas Sampit.

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sampit mendapat pembinaan kemandirian melalui keterampilan mencukur rambut. Kegiatan tersebut dilakukan di barbershop yang tersedia di lingkungan lapas sebagai bekal bagi WBP setelah menyelesaikan masa pidana.

Sejumlah WBP tidak hanya melayani cukur rambut sesama warga binaan, tetapi juga petugas lapas. Keterampilan tersebut terus dilatih dengan peralatan yang memadai serta bimbingan untuk meningkatkan kemampuan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta gaya rambut yang berkembang di masyarakat.

Kegiatan mencukur menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang melatih WBP untuk bekerja secara disiplin, teliti, dan bertanggung jawab. Selain keterampilan teknis, mereka juga belajar berkomunikasi dengan baik, menjaga kualitas hasil kerja, dan memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Kepala Lapas Sampit Muhammad Yani mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar WBP memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Menurutnya, kemampuan mencukur merupakan salah satu keahlian praktis yang berpeluang dikembangkan menjadi pekerjaan maupun usaha mandiri.

“Jadi selama berada di lapas, mereka tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga kita bekali dengan keterampilan. Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan ini bisa menjadi modal ketika sudah bebas nanti, sehingga mereka bisa bekerja, membuka usaha sendiri, dan memiliki penghasilan yang halal,” kata Muhammad Yani.

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong WBP memanfaatkan masa pembinaan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami ingin mereka keluar dari sini membawa bekal, bukan hanya selesai menjalani masa pidana. Ada keterampilan, ada pengalaman, dan ada kepercayaan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (yn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
tukang cukur lapas sampit