SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih tinggi. Sebanyak 767 titik panas atau hotspot terdeteksi dalam 24 jam terakhir.
Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya potensi hujan di seluruh wilayah Kotim hingga Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur per 3 September 2026, prakiraan cuaca periode 3 September pukul 07.00 WIB hingga 4 September pukul 07.00 WIB menunjukkan tidak ada potensi hujan di seluruh wilayah Kotim.
Dari 767 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 715 titik memiliki tingkat kepercayaan menengah. Kemudian 30 titik masuk kategori kepercayaan tinggi dan 22 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah.
"Sebaran hotspot juga terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Teluk Sampit menjadi kecamatan dengan jumlah terbanyak, yakni 158 titik. Disusul Baamang 86 titik, Mentaya Hilir Selatan 81 titik, dan Mentaya Hilir Utara 71 titik," beber Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur Mulyono Leo Nardo, Kamis (3/9/2026).
Kondisi cuaca juga menjadi perhatian. Hasil analisis parameter cuaca menunjukkan mayoritas wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
Kombinasi banyaknya hotspot, minimnya potensi hujan, serta kondisi cuaca yang sangat mudah terbakar membuat ancaman karhutla di Kotim masih perlu diwaspadai.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan. Titik-titik api yang muncul juga perlu segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko