Karhutla Tak Hanya di Kota, Pemkab Kotim Pastikan Penanganan Sampai Desa

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 22:02 WIB
KARHUTLA: Wabup Kotim Irawati saat terjun langsung penanganan di salah satu titik Karhutla, belum lama tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
KARHUTLA: Wabup Kotim Irawati saat terjun langsung penanganan di salah satu titik Karhutla, belum lama tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan.

Respons terhadap kebakaran juga dilakukan hingga ke desa dan kecamatan yang berada jauh dari pusat kabupaten.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, pemerintah daerah tetap merespons setiap laporan karhutla yang masuk, sepanjang lokasi masih dapat dijangkau. Bahkan, dirinya turun langsung ke lokasi saat terjadi kebakaran, salah satunya di Desa Soren-Simpur, Kecamatan Kota Besi.

Baca Juga: Dari Masyarakat hingga Atlet, Kotim Bangun Olahraga Berbasis Teknologi

“Untuk kejadian karhutla di luar kota, memang banyak laporan yang saya terima. Selagi itu masih bisa dijangkau, saya sendiri juga ikut turun. Seperti waktu itu di Desa Soren-Simpur, Kecamatan Kota Besi, saya langsung turun ke lokasi,” kata Irawati.

Namun, luas wilayah Kotim yang cukup besar menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan armada dan personel membuat Satgas Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Kotim tidak selalu bisa menjangkau seluruh titik kebakaran secara langsung.

Baca Juga: 120 Guru PJOK dan Pelaku Olahraga di Kotim Dibekali Ilmu dan Teknologi

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengoptimalkan peran pemerintah kecamatan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk di sejumlah wilayah. Para camat diminta segera menggerakkan MPA begitu menerima laporan kebakaran agar penanganan awal dapat dilakukan secepat mungkin.

“Contoh seperti di daerah Cempaga Hulu, Bukit Santuai dan Telaga Antang, memang saya tidak bisa turun karena kekurangan armada dan personel kita. Tetapi kita tetap memerintahkan kepada para camat, karena di sana kan ada MPA yang sudah dibentuk oleh kecamatan,” tandasnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kotim kabut asap karhutla