SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – RSUD dr Murjani Sampit mengusulkan anggaran sekitar Rp12 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk pengadaan alat kesehatan. Anggaran tersebut diprioritaskan guna memperkuat sejumlah layanan rujukan, terutama kardiologi, ICU, IGD, neonatal intensive care unit (NICU), dan pelayanan kesehatan bayi.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany mengatakan, kebutuhan peralatan disusun berdasarkan jenis pelayanan yang banyak dibutuhkan masyarakat. Penguatan sarana medis dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus kompleks.
“Prioritas pengadaan kami mencakup peralatan untuk layanan kardiologi, ICU, IGD, kemudian NICU dan kebutuhan pelayanan kesehatan bayi,” katanya.
Salah satu pengadaan dengan nilai terbesar diperuntukkan bagi layanan kardiologi. RSUD dr Murjani mengusulkan satu set IVUS dan FFR senilai sekitar Rp3,26 miliar. Peralatan tersebut diharapkan mendukung pemeriksaan dan penanganan pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Untuk layanan intensif dan kegawatdaruratan, rumah sakit mengusulkan pengadaan ventilator sekitar Rp910 juta, enam patient monitor sekitar Rp630 juta, serta satu defibrilator sekitar Rp230 juta. Selain itu, pengadaan 40 unit syringe pump dan infusion pump beserta tempatnya diperkirakan membutuhkan anggaran Rp1,2 miliar.
Pada pelayanan bayi baru lahir, diusulkan lima unit CPAP senilai sekitar Rp1,38 miliar dan lima inkubator sekitar Rp1,21 miliar. Peralatan resusitasi bayi juga masuk dalam daftar kebutuhan dengan nilai sekitar Rp540 juta.
Sementara itu, untuk layanan diagnostik dan spesialistik, terdapat usulan pengadaan USG radiologi sekitar Rp2,11 miliar dan laser mata sekitar Rp1,91 miliar.
Yulia menyebut penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi salah satu kelompok kasus yang banyak membutuhkan pelayanan di RSUD dr Murjani. Selain itu, terdapat kasus diabetes, penyakit ginjal kronis, dan berbagai kondisi medis kompleks.
Menurutnya, tambahan peralatan tersebut diharapkan memungkinkan rumah sakit menangani lebih banyak kasus sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rujukan ke luar daerah.
Usulan pengadaan tersebut disampaikan dalam rapat mitra kerja antara RSUD dr Murjani dan Komisi III DPRD Kotim pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dari total tambahan anggaran yang diajukan rumah sakit dalam APBD Perubahan 2026 sebesar Rp19,1 miliar, belanja alat kesehatan sekitar Rp12 miliar menjadi komponen terbesar untuk mendukung penguatan RSUD dr Murjani sebagai pusat layanan rujukan di Kotim. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno