Asap Tebal Selimuti Sampit Subuh Hari, Warga Keluhkan Mata Perih hingga Anak Tak Sekolah

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 06:57 WIB
Kondisi kabut asap di salah safu perumahan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (31/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kondisi kabut asap di salah safu perumahan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (31/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Asap tebal kembali menyelimuti Sampit dan sekitarnya, Senin (31/8/2026 ) pagi. Kondisi paling parah dirasakan warga sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Jarak pandang disebut hanya beberapa meter karena pekatnya asap.

Seorang warga Sampit, Hidayah, mengaku kondisi tersebut membuat aktivitas di luar rumah sulit dilakukan. Saat membuka pintu rumah, rumah tetangga di sekitar tempat tinggalnya bahkan tidak terlihat jelas.

"Buka rumah, tempat tetangga enggak kelihatan. Bau asap menyengat, mata perih," kata Hidayah.

Kondisi tersebut juga membuat Hidayah memilih tidak mengizinkan anaknya berangkat sekolah. Keputusan itu diambil karena lingkungan sekitar rumah masih diselimuti asap tebal.

"Katanya kalau di sekitar rumah berasap tidak usah sekolah. Makanya anak saya tidak saya izinkan sekolah," tambahnya.

Kondisi kualitas udara di Kotawaringin Timur (Kotim) juga tercatat berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Senin (31/8) pukul 05.00 WIB, kualitas udara Kotim masuk kategori BERBAHAYA.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotim Marjuki membenarkan kondisi tersebut. Berdasarkan data ISPUnet KLH, parameter pencemar yang menjadi parameter kritis adalah PM₁₀.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Warga juga diminta tetap berada di dalam ruangan serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap.

"Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, wajib menghindari paparan udara luar," demikian imbauan DLH Kotim.

Marjuki juga mengingatkan masyarakat menggunakan masker apabila terpaksa harus keluar rumah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kotim. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kondisi udara membaik. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit karhutla kotim