Cek Kesehatan Gratis: Menakar Sehat dengan Deteksi Dini

Tono Triyanto • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:12 WIB
Pelayanan di Stan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Ketapang I (Tono/Radar Sampit)
Pelayanan di Stan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Ketapang I (Tono/Radar Sampit)

Di sela kegiatan Lomba Melukis yang diselenggarakan Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu pagi (2/8/2026), Aris (56) ikut mengantre bersama warga lainnya di stan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas Ketapang I. 

Pria paruh baya yang menjadi salah satu dewan juri dalam lomba ini, sudah beberapa hari ini mengaku sering mengalami pusing di kepala. 

“Istri menyarankan untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis di sini. Sudah dua hari ini kepala sering pusing,” ucap Aris.

Petugas melayani satu persatu warga dengan ramah. Mulai dari pendataan diri yang nantinya menjadi database pasien.

Hingga pemeriksaan dasar seperti timbang badan, cek tekanan darah dan pemeriksaan gula sewaktu. Setiap warga pun dimintai data kesehatan, terutama mengenai riwayat penyakit yang dideritanya.

“Tekanan darah bapak tinggi. Bapak juga perokok aktif. Kami menyarankan bapak untuk melakukan skrining dan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas,” ucap petugas kepada Aris.

Mendengar penjelasan itu, Aris sempat shock. Apalagi ia termasuk individu yang jarang memeriksakan kesehatan. Dengan, tenang petugas memberikan pemahaman. Jika langkah skrining bagian penting untuk melakukan deteksi dini terhadap kesehatan seseorang.

Sesuai jadwal, Senin (3/8/2026) Aris didamping istri melakukan skrining di Puskesmas Ketapang I. Hasilnya Aries menderita Hipertensi. Sementara dari hasil rontgen, tidak ada indikasi penyakit TBC ataupun paru.

“Catatannya bapak untuk menghentikan merokok. Dan perbanyak istirahat, jangan sering-sering begadang lagi. Obat yang diberikan juga harus diminum,” ucap petugas puskesmas.

Sukma (47), warga lainnya mengaku awam dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dirinya berinisiatif untuk mengikuti pengecekan kesehatan untuk memastikan apakah dirinya sehat. Selama ini, dirinya tidak pernah mengalami keluhan kesehatan. Dirinya mengaku sehat-sehat saja.

“Saat dicek tadi, gula darah tinggi dan juga tekanan darah tinggi. Saya disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas,” ucap Sukma.

Aris dan Sukma, merupakan dua dari ratusan warga yang mengikuti CKG yang dilaksanakan Puskesmas Ketapang I hari itu.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan membuat mereka memilih untuk melakukan deteksi dini terhadap segala penyakit sejak dini. Di usia mereka yang sudah tidak muda lagi, kesehatan menjadi sangat mahal jika mengabaikan pola hidup sehat.

“Apa yang kita rasakan dan alami belum tentu itu sehat. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan tensi dan gula saya tinggi. Selama ini saya merasa sehat-sehat saja karena tidak ada keluhan,” ungkap Sukma.

Aris menyadari sejak mengikuti CKG dirinya jadi memahami pentingnya kesehatan. Bahwa, skrining yang dilakukan menjadikan kita bisa tahu penyakit apa yang kita derita. Termasuk juga penanganan lanjutan yang baik diberikan pihak Puskesmas.

“Sekarang jadi sering kontrol makanan. Jika sebelumnya apa saya dimakan jadi pilih-pilih dulu. Istri juga ikut membantu untuk mengolahkan makanan yang sehat,” celetuk Aris.

Kepala Puskesmas Ketapang I  Miftahun Nisa mengatakan skrining yang dilakukan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini. Dengan deteksi dini, penyakit bisa segera ditemukan sehingga pengobatan bisa lebih cepat diberikan.

“Skrining ini tujuan untuk mengetahui penyakit sejak dini sehingga bisa diobati lebih dini. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Nisa.

Nisa menambahkan hasil pemeriksaan skrining menjadi  yang paling penting. Jika pasien mau menjalani pengobatan, kontrol rutin, dan mengikuti edukasi yang diberikan, peluang untuk mengendalikan penyakit tentu akan jauh lebih baik.

“Kalau mau pengobatan, kami akan obati. Kalau membutuhkan pemeriksaan lanjutan akan kami arahkan. Jadi masyarakat tidak berhenti dihasil pemeriksaan saja,” ujarnya.

Pengobatan dan pendampingan saat ini menjadi salah satu fokus yang dilakukan Puskesmas Ketapang I dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Dengan harapan jumlah masyarakat yang mengikuti program tersebut semakin bertambah.

“Kunci utamanya adalah terus mengedukasi masyarakat tentang manfaat CKF. Para nakes juga harus terus semangat mengedukasi dan itu dilakukan terus menerus,” ucap Nisa.

Karena itu, lanjut Nisa pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu ada keluhan. Justru ketika kita masih merasa sehat, pemeriksaan menjadi kesempatan mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh.

“Jangan sakit dulu baru memeriksakan diri. Setidaknya saat pemeriksaan dilakukan saat kita masih sehat, ada kesempatan untuk menemukan faktor risiko lebih awal dan mencegah penyakit menjadi lebih berat,” kata Nisa.

Pemeriksaan rutin menjadi penting karena tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Seseorang dapat merasa sehat, tetapi sebenarnya telah memiliki faktor risiko yang dapat berkembang menjadi penyakit berat.

Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, masyarakat memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, menghindari rokok, serta memperoleh pengobatan sebelum muncul komplikasi.

“Ayo datang ke fasilitas kesehatan untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis. Semuanya gratis. Banyak manfaat yang bisa didapatkan lewat program ini,” ajak Nisa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Selasa (21/7/2026) mengatakan pelaksanaan CKG tahap pertama menunjukkan respons positif dari masyarakat.

Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau 38 provinsi melalui 10.588 fasilitas kesehatan, dengan 70 juta dari 73 juta masyarakat yang mendaftar telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Capain tersebut menjadi modal penting untuk mendukung target pemerintah meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari sekitar 72 tahun menjadi 76 tahun.

Data Kementrian Kesehatan yang dipublikasikan pada 20 Februari 2025 menunjukkan bahwa hampir 75 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke, bahkan merenggut hampir 800 ribu jiwa setiap tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol.

Ketiga indikator tersebut menjadi parameter dasar untuk mendeteksi risiko hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit kronis lainnya.

“Tiga penyakit itu sebenarnya bisa dicegah. Salah satu caranya adalah rajin cek kesehatan supaya kita bisa tahu kondisi tubuh kita. Indikator yang paling mudah dilihat adalah tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” ujar Budi. (ton)

Editor : Slamet Harmoko
CKG Puskesmas Ketapang I cek kesehatan gratis