Maulid Nabi, Saatnya Mengubah Cinta kepada Rasulullah Menjadi Perbuatan

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:10 WIB
Suasana peringatan Maulid Nabi di Pengajian Annur, Jalan Merak, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Senin malam (24/8 /2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Suasana peringatan Maulid Nabi di Pengajian Annur, Jalan Merak, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Senin malam (24/8 /2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pengajian Annur, Jalan Merak, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, berlangsung khidmat dan khusyuk, Senin malam (24/8/2026). Jemaah yang hadir larut dalam suasana penuh kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah.

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, Maulid menjadi ruang untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pimpinan Pengajian Annur, Ustaz Badar, mengatakan kecintaan kepada Rasulullah semestinya tidak berhenti pada ucapan. Kecintaan itu perlu diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Maulid hanya menjadi acara tahunan. Setelah kita mengenang Rasulullah, harus ada akhlak beliau yang kita bawa pulang dan kita praktikkan dalam kehidupan,” ujar Ustaz Badar.

Suasana semakin syahdu ketika kelompok Habsyi Pengajian Annur mempersembahkan lantunan salawat. Jemaah turut larut dalam alunan salawat yang dibawakan dengan nada dan lirik menyentuh dari penyair Okan.

Tabuhan musik Habsyi yang menghentak mengiringi lantunan salawat. Perpaduan suara, lirik, dan irama tersebut semakin menguatkan semangat jemaah sekaligus membangun atmosfer penuh kekhusyukan.

Nuansa kerinduan kepada Rasulullah terasa kuat sepanjang rangkaian kegiatan. Sebagian jemaah mengikuti lantunan salawat dengan penuh penghayatan, menjadikan peringatan Maulid tidak sekadar seremoni keagamaan.

Ustaz Badar menekankan, Rasulullah telah memberikan teladan dalam banyak sisi kehidupan. Mulai dari kasih sayang, menghormati sesama, menjaga persaudaraan, hingga menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kita sering mengaku mencintai Rasulullah. Karena itu, mari kita buktikan dengan menjaga ucapan, menghormati sesama, mempererat persaudaraan, dan menjadi orang yang bermanfaat,” katanya.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, jemaah diharapkan tidak hanya semakin mengenal dan mencintai Rasulullah, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai keteladanan beliau ke dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar.

Sebab, mencintai Rasulullah bukan hanya tentang seberapa sering nama beliau disebut. Namun, juga tentang seberapa jauh akhlak beliau mampu hadir dalam perilaku sehari-hari. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
maulid nabi sampit kotim kalteng