SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Siswa SMAN 2 Sampit bersama para guru melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan di halaman sekolah, Senin pagi (24/8/2026).
Kegiatan ini sebagai bagian upaya memohon doa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Mereka juga berharap hujan segara turun di Kabupaten Kotawaringin Timur agar tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyisakan kabut asap.
“Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan. Dan pagi ini seluruh warga sekolah berdoa bersama-sama agar segera diturunkan hujan,” ungkap Kepala SMAN 2 Sampit Kodarahim selepas salat Istisqa, Senin pagi (24/8/2026).
Kodarahim mengatakan salat istisqa digelar sebagai salah satu ikhtiar atas kemarau dan karhutla yang hampir setiap hari melanda di Kota Sampit dan juga wilayah lainnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Pihaknya juga tetap mengikuti edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinis untuk proses pembelajaran menghadapi situasi saat ini.
“Ini ikhtiar kami untuk membantu mengatasi bencana kabut asap akibat karhutla. Jalur langit kami pilih sesuai ajaran agama Islam,” ucap Kodarahim.
Pihak sekolah juga mendoakan kepada seluruh petugas dan relawan yang bejuang memadamkan karhutla agar terus diberikan kesehatan dan keselamatan.
Saat ini, mereka menjadi garda terdepan yang diandalakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang hampir terjadi setiap hari.
“Petugas dan relawan di lapangan tugasnya sangat berat. Kami mendoakan semoga dalam bertugas mereka tetap diberikan keselamatan dan kesehatan,” kata Kodarahim.(ton)
Editor : Slamet Harmoko