Api Lalap 30 Hektare Lahan di Sematu Jaya dan Kujan

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:17 WIB
Tim gabungan  mencari sumber air untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Jangkar Prima (SP 4), Kecamatan Sematu Jaya, dan Desa Kujan, Kecamatan Bulik. (Ria/Radar Sampit)
Tim gabungan  mencari sumber air untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Jangkar Prima (SP 4), Kecamatan Sematu Jaya, dan Desa Kujan, Kecamatan Bulik. (Ria/Radar Sampit)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com — Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sekitar 30 hektare lahan di Desa Jangkar Prima (SP 4), Kecamatan Sematu Jaya, dan Desa Kujan, Kecamatan Bulik, dalam dua hari.

Di Desa Jangkar Prima, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD memadamkan karhutla seluas kurang lebih 20 hektare pada Selasa (18/8/2026). Sebanyak 17 personel dikerahkan dan bekerja hampir sembilan jam hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.40 WIB.

Laporan kebakaran diterima melalui Grup Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Lamandau dari seorang warga bernama Vicky. Anggota piket TRC, Dedi Noverli, kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan bersama tim bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.55 WIB.

Medan yang sulit serta kondisi lahan mineral dengan vegetasi semak belukar kering membuat api cepat merambat. Untuk menangani kebakaran, BPBD mengerahkan dua unit truk tangki, satu mobil slip-on, satu mobil operasional, satu mobil pikap, dua mesin apung, 29 gulung selang, enam nozzle, dan satu drone untuk memantau serta memetakan area terbakar dari udara.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau Hendikel mengatakan, petugas bekerja keras untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

“Tim di lapangan bekerja ekstra keras dari siang hingga malam hari. Berkat kerja sama dan perjuangan tanpa kenal lelah, api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” ujarnya.

Penyebab kebakaran yang menghanguskan lahan sekitar 20 hektare tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Sementara itu, karhutla kembali terjadi di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kamis (20/8/2026). Kebakaran melanda lahan seluas kurang lebih 10 hektare.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Bhabinkamtibmas, dan karyawan PT MML langsung diterjunkan setelah menerima laporan dari warga. Sebanyak 15 personel bergerak menuju lokasi sekitar pukul 12.55 WIB dengan membawa sejumlah peralatan, termasuk truk tangki, mobil operasional, mesin apung, belasan gulung selang, dan drone.

Hendikel mengatakan, api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan, tetapi proses pendinginan masih dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru.

“Berkat respons cepat dan kerja keras tim di lapangan, lahan seluas kurang lebih 10 hektare berhasil dipadamkan. Namun, api belum sepenuhnya padam total dan proses pendinginan masih terus dilakukan guna meminimalkan risiko munculnya titik api baru,” tegasnya.

Menghadapi meningkatnya ancaman karhutla, BPBD Lamandau mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami terus menyiagakan personel TRC dan menerjunkan mereka ke titik-titik rawan untuk mengendalikan sebaran api agar tidak semakin meluas,” kata Hendikel.

Ia berharap kepedulian dan kewaspadaan bersama dapat mencegah terjadinya kebakaran baru selama musim rawan karhutla. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau karhutla