SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Proyek peningkatan drainase dan jalan di Jalan Tjilik Riwut, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai dikerjakan.
Pekerjaan tersebut difokuskan pada pembenahan sistem drainase sekaligus peningkatan badan jalan untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagus Anugrah Nusantara mengatakan proyek tersebut memiliki dua pekerjaan utama, yakni pembangunan drainase dan peningkatan jalan.
“Kalau kontrak sudah dari tanggal 10 Juli dan nanti selesainya 7 Desember. Di Jalan Tjilik Riwut itu ada dua item, fokus utamanya sebenarnya drainase,” ujarnya, Rabu (19/8).
Menurut Bagus, pembangunan drainase perlu diimbangi dengan peningkatan badan jalan. Jika hanya saluran yang diperbaiki tanpa menyesuaikan elevasi jalan, sistem drainase tidak akan berfungsi maksimal dan genangan masih berpotensi terjadi.
“Secara teknis, drainase kalau tidak diimbangi dengan peningkatan jalan akan kalah. Nanti malah tetap banjir. Jadi setelah kita telaah, Jalan Tjilik Riwut memang memerlukan leveling ulang,” katanya.
Untuk pembangunan saluran, proyek tersebut menggunakan sistem precast. Saluran dicetak terlebih dahulu di luar lokasi, kemudian dipasang pada titik yang telah ditentukan.
“Jadi sistemnya precast, nanti tinggal dipasang-pasang di tempat. Sementara dari tanggal 10 Juli sampai Agustus ini mereka mencetak salurannya,” jelasnya.
Sambil menunggu proses pencetakan saluran, pelaksana juga mulai melakukan peningkatan badan jalan menggunakan metode Cold Recycling Treatment Base (CTRB). Pekerjaan recycling aspal untuk tahun ini mencakup ruas sepanjang sekitar 675 meter.
“Untuk recycling aspal dimulai hari ini, tanggal 18, dan rencananya besok sudah selesai dan bisa dilewati,” ucapnya.
Setelah proses recycling selesai, badan jalan membutuhkan waktu pemadatan sekitar 14 hari sebelum dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan.
Bagus mengatakan, proyek tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp7,5 miliar. Dengan anggaran tersebut, penanganan tahun ini mencakup drainase dan peningkatan badan jalan sepanjang 675 meter pada satu sisi jalan.
“Jadi pekerjaan aspal dan drainase sama-sama 675 meter. Drainasenya di satu sisi mulai dari Simpang Wella,” ungkapnya.
Ia menjelaskan pekerjaan tahun ini merupakan tahap awal dari rencana penanganan Jalan Tjilik Riwut secara bertahap. Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan dapat dilanjutkan hingga kawasan simpang empat Jalan Tjilik Riwut, Jalan Pramuka, dan Jalan Pemuda pada tahap berikutnya.
“Ini sebagai project maker. Tahun ini titiknya 675 meter. Jadi kita sudah mulai dari titik banjirnya, kemudian ke depan akan kita sambung sampai simpang empat Tjilik Riwut-Pramuka-Pemuda,” jelasnya.
Bagus mengatakan kawasan tersebut menjadi prioritas karena memiliki persoalan aliran air yang perlu ditangani melalui sistem drainase yang lebih baik. Nantinya, aliran air dari kawasan tersebut akan diarahkan melalui dua jalur saluran, salah satunya menuju saluran di kawasan Bumi Raya dan jalur lainnya berada di sekitar sungai dekat bengkel.
“Jadi sebenarnya fungsi utama drainase. Cuma setelah kita kaji secara teknis, kalau drainasenya saja kita buat, nanti jalannya tetap akan banjir,” tuturnya.
Karena itu, pembangunan drainase dan peningkatan badan jalan dilakukan secara bersamaan agar sistem pengaliran air dan kondisi jalan dapat berfungsi secara optimal.
Ke depan, saluran drainase tersebut akan ditutup menggunakan konstruksi dengan elevasi rendah sehingga tetap dapat dilalui kendaraan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Tjilik Riwut. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko