Kabut Asap Kepung Sampit Pagi Hari, Jarak Pandang Sempat 300 Meter

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:26 WIB
Kondisi tepian Sungai Mentaya, diselimuti kabut asap saat pagi hari, Jumat (14/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kondisi tepian Sungai Mentaya, diselimuti kabut asap saat pagi hari, Jumat (14/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kabut asap kembali menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat pagi (14/8/2026). Kondisi tersebut sempat membuat jarak pandang turun hingga 300 meter.

"Kabut asap tidak merata di sejumlah titik. Tapi yang parah itu di tepi Sungai Mentaya, Mentaya Seberang nyaris tak kelihatan," ungkap Usna, salah seorang warga. 

Berdasarkan data pengamatan BMKG Kotim di Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, pada pukul 06.00 WIB jarak pandang tercatat 500 meter dengan kondisi cuaca kabut asap. Suhu saat itu 22,7 derajat Celsius dengan kelembapan 94 persen.

Kondisi memburuk satu jam kemudian. Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang turun menjadi 300 meter dan cuaca masih tercatat kabut asap. Suhu meningkat menjadi 23,5 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 97 persen.
Angin saat itu bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 4 kilometer per jam.

Namun, kondisi berubah cukup cepat pada pukul 08.00 WIB. Jarak pandang meningkat drastis menjadi 8 kilometer dan kondisi cuaca berubah menjadi berawan.

Pada waktu yang sama, suhu meningkat menjadi 26,9 derajat Celsius. Kelembapan turun menjadi 85 persen. Angin juga berubah arah menjadi dari tenggara dengan kecepatan 6 kilometer per jam.

Perubahan kondisi tersebut membuat jarak pandang yang sebelumnya hanya 300 meter pada pukul 07.00 WIB kembali menjadi 8 kilometer satu jam kemudian.

Meski kondisi membaik, kabut asap yang muncul pada pagi hari kembali menunjukkan adanya gangguan kualitas atmosfer di Sampit di tengah periode kemarau dan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim.

Masyarakat yang beraktivitas pada pagi hari diimbau tetap memperhatikan kondisi jarak pandang, terutama pengguna kendaraan. Kondisi jarak pandang yang rendah dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit kabut asap kotim karhutla kotim kalteng