RSUD dr Murjani Kembangkan DIGI-CARE untuk Perkuat Keselamatan Pasien  

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:47 WIB
RAPAT:  RSUD dr Murjani Sampit menggelar rapat pembahasan inovasi DIGI-CARE, baru-baru tadi. FOTO: RSUD dr MURJANI SAMPIT/RADAR SAMPIT
RAPAT: RSUD dr Murjani Sampit menggelar rapat pembahasan inovasi DIGI-CARE, baru-baru tadi. FOTO: RSUD dr MURJANI SAMPIT/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – RSUD dr Murjani Sampit terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui penerapan inovasi berbasis digital.

Salah satunya melalui DIGI-CARE (Digital Informasi Complain, Adverse Event dan Real-time Evaluation) yang dikembangkan untuk mendukung pelayanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit melalui Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr. H. Anggun Iman Hernawan, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, bermutu, dan responsif.

Baca Juga: Sah! Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong Teken Nota Kesepakatan KUPA-PPAS Perubahan 2026 dan KUA-PP

DIGI-CARE diharapkan dapat memastikan setiap informasi terkait pelayanan diterima dan ditangani secara lebih sistematis.

“DIGI-CARE ini mengintegrasikan tiga aspek penting, yaitu pengelolaan komplain, pelaporan insiden keselamatan pasien atau adverse event, serta evaluasi indikator pelayanan secara real-time,” ujarnya.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan informasi yang masuk diterima lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik. Data yang terkumpul kemudian dapat dianalisis secara sistematis sehingga menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Baca Juga: Susun Anggaran 2027, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ingatkan TAPD Cermat Alokasikan Belanja

Penerapan DIGI-CARE juga membutuhkan pemahaman yang sama dari seluruh unit pelayanan. Karena itu, sosialisasi menjadi bagian penting agar setiap petugas memahami alur pengelolaan informasi, pelaporan, maupun evaluasi yang dilakukan melalui sistem tersebut.

Dengan demikian, penerapan DIGI-CARE tidak hanya menjadi tanggung jawab satu bagian, tetapi melibatkan seluruh unsur di lingkungan rumah sakit.

Anggun menegaskan, transformasi digital tidak sekadar mengubah proses manual menjadi elektronik. Lebih dari itu, DIGI-CARE diarahkan untuk membangun budaya kerja yang lebih transparan, cepat, akuntabel, dan kolaboratif.

Baca Juga: Musim Kemarau Rawan Kebakaran Rumah dan Penyakit, Ini Imbauan Penting Ketua TP-PKK Kotim

Informasi yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi segera ditindaklanjuti menjadi langkah perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.

“DIGI-CARE, dari informasi menjadi aksi, dari evaluasi menjadi perbaikan,” tegasnya. (adv/yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
DIGI-CARE inovasi RSUD dr Murjani Sampit fasilitas kesehatan pelayanan