Kabut Asap Menebal di Sampit, Polisi Minta Pengendara Tak Ngebut

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Kabut asap di sekitar Jalan Tjilik Riwut, kawasan Terowongan Nur Mentaya, Sabtu pagi (8/8/2026). Tampak pengendara melintas menggunakan masker menghindari dampak kabut asap. (Usay Nor Rahmad /Radar Sampit) 
Kabut asap di sekitar Jalan Tjilik Riwut, kawasan Terowongan Nur Mentaya, Sabtu pagi (8/8/2026). Tampak pengendara melintas menggunakan masker menghindari dampak kabut asap. (Usay Nor Rahmad /Radar Sampit) 

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Sampit dalam beberapa hari terakhir. Kondisi paling terasa pada pagi hari, ketika jarak pandang pengendara menurun dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika melintasi kawasan yang diselimuti asap pekat.

Baca Juga: Revisi RTRW Provinsi Kalteng Dikebut, Gubernur: Ini Menyangkut Arah Pembangunan

Kasat Lantas Polres Kotim AKP Hariyanto meminta pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, untuk tidak memaksakan diri berkendara dengan kecepatan tinggi ketika jarak pandang terbatas.

“Saya minta kepada sahabat lalu lintas untuk tetap mengutamakan keselamatan pada saat berkendara di jalan raya. Saat ini kadang-kadang asap masuk ke dalam kota, sehingga pengendara harus tetap berhati-hati,” ujar Hariyanto, Sabtu (8/8/2026).

Selain keselamatan di jalan, masyarakat juga diminta melindungi diri dari paparan asap dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga: Cegah Stunting, Bupati Gumas Kick Off Intervensi Serentak 2026

“Jangan lupa juga, jika perlu menggunakan alat kesehatan berupa masker untuk menghindari hal-hal yang bisa mengganggu kesehatan,” katanya.

Satlantas mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan menunda perjalanan apabila kabut asap sedang sangat pekat dan perjalanan tidak mendesak. Langkah tersebut dinilai lebih aman, baik untuk mencegah kecelakaan akibat jarak pandang terbatas maupun mengurangi paparan asap secara langsung. (sir/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering waspada berkendara kemarau kabut asap karhutla