Kapal Besar Bisa Tambah Kapasitas ke Sampit, Syaratnya Sungai Mentaya harus Dikeruk

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:52 WIB
SUNGAI: Kapal wisata melintas di alur Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur. Dok. YUNI/RADAR SAMPIT
SUNGAI: Kapal wisata melintas di alur Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur. Dok. YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tingginya permintaan angkutan laut dari Sampit menuju sejumlah kota di Pulau Jawa dinilai menjadi peluang menghadirkan kapal penumpang berkapasitas lebih besar. Namun, rencana tersebut masih terkendala pendangkalan alur Sungai Mentaya.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan, jumlah penumpang dari Sampit cukup menjanjikan, terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang bepergian menuju Surabaya dan Semarang.

Baca Juga: Karhutla Makin Mengancam, Kotim Siapkan Stok Obat Hadapi Dampak Asap

“Data penumpang Sampit ini luar biasa untuk kapal, terutama untuk ekonomi menengah ke bawah. Orang-orang yang menuju Surabaya, menuju Semarang,” katanya.

Menurutnya, Pelni maupun PT Dharma Lautan Utama berpeluang menambah kapasitas kapal jika kedalaman alur memungkinkan. Saat ini, pendangkalan terjadi mulai dari muara hingga Pelabuhan Sampit sehingga kapal harus menyesuaikan waktu masuk dengan kondisi pasang surut.

Baca Juga: Dapur MBG di Kotim Diawasi Ketat, Dinkes Waspadai Bakteri E. Coli

“Kalau dari segi demand sebenarnya sangat mencukupi untuk menambah kapasitas kapal. Kendalanya adalah pendangkalan Sungai Mentaya, dari muara sampai dengan pelabuhan,” ujarnya.

Karena itu, Dishub Kotim mendorong pemerintah pusat segera melakukan pengerukan alur Sungai Mentaya. Raihansyah menyebut kebutuhan anggarannya cukup besar sehingga diperlukan dukungan pemerintah pusat dan wakil daerah di tingkat pusat. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
dangkal perairan sungai mentaya kapal transportasi