Kabut Asap Mulai Makan Korban, Pagar Bundaran KB Sampit Tiga Kali Ditabrak dalam Semalam

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Kondisi pagar bundaran KB yang ambruk ditabrak kendaraan karena minimnya penerangan dan kabut asap, Rabu dini hari (5/8/2026). (Usay Nor Rahmad /Radar Sampit) 
Kondisi pagar bundaran KB yang ambruk ditabrak kendaraan karena minimnya penerangan dan kabut asap, Rabu dini hari (5/8/2026). (Usay Nor Rahmad /Radar Sampit) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Bundaran KB di Jalan HM Arsyad, Sampit, kembali menjadi sorotan setelah pagar pembatasnya ambruk akibat ditabrak kendaraan sebanyak tiga kali dalam satu malam. Warga menilai minimnya penerangan jalan ditambah kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu dini hari (5/8/2026). Berdasarkan keterangan warga yang memiliki warung tidak jauh dari lokasi, dua kecelakaan melibatkan mobil, sedangkan satu lainnya melibatkan sepeda motor.

"Waktu kejadian memang kabut asap. Tapi bukan karena asap saja, di sini gelap gulita kalau malam. Makanya di sini terkenal bundaran maut, bukan Bundaran KB," ujar Warga yang enggan namanya disebut tersebut, Kamis (6/8/2026). 

Menurutnya, kecelakaan di bundaran tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan kerap kehilangan kendali sebelum akhirnya menabrak pagar pembatas bundaran.

Ia bahkan menyebut pernah terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa di lokasi tersebut.

Selain minim penerangan, kondisi permukaan jalan juga dinilai menjadi penyebab kendaraan mudah oleng. Perbedaan ketinggian antara lapisan aspal lama dan aspal baru membuat permukaan jalan bergelombang saat dilintasi kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Jalannya tidak rata. Ada sambungan aspal lama dan baru yang bergelombang. Kendaraan sering oleng, apalagi kalau malam tidak kelihatan," kata Rian, warga lainnya. 

Warga juga menyoroti kondisi trotoar di sekitar bundaran yang kini hampir sejajar dengan permukaan jalan sehingga dinilai mengurangi fungsi pembatas bagi kendaraan yang keluar jalur.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti Kota Sampit disebut turut memperburuk jarak pandang pengendara, terutama pada malam hingga dini hari.

Meski demikian, warga menilai persoalan utama tetap berada pada minimnya lampu penerangan di kawasan bundaran tersebut.

Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan, mulai dari pemasangan lampu penerangan jalan, perbaikan kontur jalan yang bergelombang, hingga penataan kembali kawasan bundaran agar lebih aman bagi pengguna jalan.

"Kalau penerangannya diperbaiki dan jalannya diratakan, kami yakin kecelakaan di sini bisa berkurang. Jangan sampai terus ada korban baru," harap warga. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
kotim kabut asap karhutla