SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Patroli rutin yang dilakukan personel Satuan Samapta Polres Kotawaringin Timur (Kotim) berubah menjadi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Saat berpatroli menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), petugas menerima laporan adanya titik api dan langsung bergerak menuju lokasi.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Sampit, Rabu (5/8/2026) pagi.
Baca Juga: HUT RI di Kotim akan Tampil Beda, Busana Adat Nusantara dan Panitia Didominasi Perempuan
Api membakar lahan gambut yang dipenuhi semak belukar di tepi jalan raya sehingga berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.
Berbekal informasi yang diterima melalui grup WhatsApp BPBD, personel Sat Samapta Polres Kotim segera mendatangi lokasi dan bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan pemadaman.
Operasi tersebut melibatkan lima personel BPBD, 10 personel Polres Kotim, tiga personel TNI, dan seorang relawan. Tim didukung dua unit mobil water treatment BPBD, dua unit kendaraan taktis (rantis) Armoured Water Cannon (AWC) Polri, lima gulung selang, tiga nozzle, tiga handy talky (HT), serta satu kendaraan operasional Polri.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kotim Beroperasi Penuh September, Seluruh Siswa Tempati Gedung Permanen
Petugas memfokuskan upaya dengan membuat sekat pembatas agar api tidak merambat ke area lain. Berkat respons cepat tim gabungan, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum meluas. Saat operasi berakhir, hanya tersisa kepulan asap tipis di sebagian lokasi.
Selain melakukan pemadaman, personel juga mengedukasi masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Petugas juga mengingatkan adanya ancaman pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasat Samapta Polres Kotim Iptu Heri Susanto mengatakan, respons cepat terhadap karhutla merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Baca Juga: AQMS Sampit Kembali Normal, Kualitas Udara Turun ke Kategori Sedang
"Patroli yang dilakukan Sat Samapta Polres Kotim tidak hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla. Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas," ujarnya.
Heri menegaskan, pihaknya tidak akan lengah menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Seluruh personel telah diinstruksikan untuk selalu siap merespons setiap laporan masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Jika melihat titik api sekecil apa pun, segera laporkan kepada petugas. Pencegahan adalah langkah terbaik agar karhutla tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan," tegasnya. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor