AQMS Sampit Kembali Normal, Kualitas Udara Turun ke Kategori Sedang

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:17 WIB

 

Stasiun Sistem Pemantauan Kualitas Udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kota Sampit. FOTO: ANTARA
Stasiun Sistem Pemantauan Kualitas Udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kota Sampit. FOTO: ANTARA

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Stasiun Sistem Pemantauan Kualitas Udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipastikan telah kembali beroperasi secara normal setelah sempat mengalami kendala teknis.

Perbaikan alat vital tersebut dilakukan secara langsung oleh tim teknisi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) selama dua hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotim, Marjuki, mengonfirmasi bahwa dengan selesainya proses perbaikan tersebut, data pemantauan kualitas udara di wilayah Sampit dan sekitarnya kini dapat diakses kembali secara akurat dan konsisten.

Baca Juga: Ditegur soal Azan, Residivis Bacok Pedagang Pasar Saik Kuala Pembuang

"AQMS Sampit sudah berjalan normal setelah dua hari diperbaiki langsung oleh teknisi dari Kementerian LH. Untuk pemantauan kualitas udara, khususnya Sampit dan sekitarnya, sudah bisa dipantau dan dipertanggungjawabkan hasilnya," ujar Marjuki, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan data pemantauan Live AQI terbaru 6 Agustus pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI-US) di wilayah Sampit saat ini berada di angka 65 dengan kategori Moderate (Sedang). Konsentrasi partikulat tercatat berada pada tingkat PM2.5 sebesar 19 µg/m³ dan PM10 sebesar 68 µg/m³.

"Dari data tersebut nilai ISPU 65/m² kategori Sedang artinya tingkat kualitas udara yang masih bisa diterima oleh manusia, hewan dan tumbuhan," terangnya.

Baca Juga: Tahap Pertama Program BSPS di Sukamara Mulai Berjalan

Grafik riwayat harian menunjukkan adanya penurunan signifikan indeks polusi udara dari titik tertinggi yang sempat menyentuh angka di atas 120 (kategori kurang sehat) pada pagi hari sebelumnya, hingga kini stabil dan terus melandai pada kisaran angka 50–60.

Dengan berfungsinya kembali alat pemantau AQMS ini, DLH Kotim memastikan masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi udara secara real-time, sekaligus menjadi acuan resmi bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan terkait penanganan kualitas udara dan lingkungan hidup. (yn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
AQMS sampit pemantau kualitas udara kemarau kabut asap karhutla