SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan, program Sekolah Rakyat ditujukan untuk menghapus faktor ekonomi sebagai salah satu alasan anak putus sekolah. Pemerintah daerah pun aktif mencari calon peserta didik yang memenuhi kriteria.
Pendataan dilakukan Dinas Sosial dengan melibatkan camat hingga pendamping sosial di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan tidak terlewat.
Baca Juga: Jalur Bebas Transfer, Bernardo Silva sudah Latihan Perdana di Real Madrid
“Harapan kita tidak ada lagi anak putus sekolah dengan alasan ekonomi. Bahkan untuk mencari siswanya ini dilakukan oleh Dinas Sosial dengan meminta bantuan camat dan pendamping,” kata Halikinnor.
Halikinnor mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami konsep Sekolah Rakyat. Kondisi itu sempat menimbulkan keraguan orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di program tersebut.
Karena itu, pemerintah juga melibatkan orang tua dalam kegiatan pengenalan sekolah. Mereka diberikan kesempatan melihat langsung fasilitas, sistem pendidikan, serta berbagai pembinaan yang diberikan kepada peserta didik.
Baca Juga: Skuad Garuda Wajib Menang Lawan Singapura untuk Syarat Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
Menurut Halikinnor, setelah melihat kondisi sekolah secara langsung, orang tua akan semakin memahami bahwa kebutuhan pendidikan peserta didik telah mendapat dukungan pemerintah.
“Orang tuanya juga melihat. Pasti mereka akan berpikir, ternyata ini betul-betul dibantu, dibiayai, dibina, dididik di sini. Saya yakin nanti akan semakin banyak peminatnya, khususnya masyarakat yang tidak mampu,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kotim. Dengan demikian, keterbatasan biaya tidak lagi menjadi alasan bagi anak-anak untuk berhenti sekolah. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor