Kasus Diare di Kotim Melonjak! Baru Sampai Juli 2026 Sudah Nyaris Samai Total Setahun 2025

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:26 WIB
ilustrasi kasus diare
ilustrasi kasus diare

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Lonjakan kasus diare di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi alarm bagi Dinas Kesehatan (Dinkes). Hingga akhir Juli 2026, jumlah kasus yang tercatat sudah hampir menyamai total kasus selama satu tahun penuh pada 2025.

"Total kasus diare selama satu tahun penuh tahun lalu sekitar 4.000 kasus. Namun, sampai Juli 2026 angkanya sudah mendekati 4.000 kasus," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kotim, Ali.

Paparan itu disampaikan Ali saat mempresentasikan dampak musim kemarau dan kabut asap dalam rapat penetapan Status Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kotim belum lama ini.

Baca Juga: Bupati Kotawaringin Barat Inspeksi Antrean BBM di Dua SPBU

Menurut Ali, Dinkes saat ini memantau tiga penyakit yang rentan meningkat saat musim kemarau, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan pneumonia. Dari ketiga penyakit tersebut, lonjakan paling mencolok terjadi pada kasus diare.

Selama tiga hingga empat tahun terakhir, tren kasus ISPA dan diare relatif stabil. Namun, pada 2026 terjadi perubahan signifikan dengan meningkatnya jumlah penderita diare.

"Tren tiga sampai empat tahun terakhir, secara umum kasus ISPA dan diare relatif stabil. Namun pada 2026 terjadi lonjakan signifikan pada kasus diare," katanya.

Baca Juga: Perkuat Literasi, Siswa SDI Baiturrahim Belajar Proses Kerja Media Massa di Radar Sampit

Jika tren tersebut terus berlanjut, Dinkes memperkirakan jumlah kasus hingga akhir tahun akan melonjak jauh lebih tinggi.

"Diproyeksikan hingga akhir tahun, angka kejadian diare berpotensi sangat tinggi," tegasnya.

Empat kecamatan menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Parenggean, dan Cempaka Mulia. Tingginya angka kasus di wilayah tersebut dipengaruhi jumlah penduduk yang lebih besar dibanding kecamatan lainnya.

Baca Juga: Polres Kotawaringin Barat Amankan Pengetapan BBM

Sementara itu, kondisi di wilayah selatan Kotim masih relatif terkendali. Kasus penyakit yang berkaitan dengan kualitas air memang menunjukkan tren kenaikan sejak Januari hingga Juli, tetapi peningkatannya masih tergolong landai dan belum signifikan.

Dinkes mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi air minum yang aman, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menekan risiko penyebaran diare di tengah musim kemarau. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
dinkes penyakit kesehatan diare