SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sekolah Dasar Islam (SDI) Baiturrahim Sampit melaksanakan kunjungan ke Kantor Surat Kabar Harian Radar Sampit, Sabtu pagi (1/8/2026).
Kegiatan yang diikuti siswa kelas VI itu menjadi bagian penguatan literasi kepada siswa. Dalam kunjungan tersebut, selain didampingi guru kelas, mereka juga didampingi para orang tua.
Kepala SDI Baiturrahim Yeyen Ariani menjelaskan keterlibatan para orangtua menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Dimana lewat program “parent teaching”, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membentuk tumbuh kembang dan karakter anak didik.
“Hari ini kita pilih Radar Sampit sebagai objek kunjungan. Kehadiran orangtua juga diharapkan dapat membantu anak untuk menerjemahkan apa yang didapatkan anak didik selama melaksanakan kunjungan. Orangtua juga diharapkan dapat aktif selama kunjungan ini,” ucap Yeyen.
Sementara itu Dewan Redaksi Radar Sampit Tono Triyanto dalam penjelaskan mengatakan pentingnya edukasi kepada anak didik untuk meningkatkan budaya literasi.
Dimana, saat ini ada pergeseran kebiasaan dari anak yang lebih menyukai tontonan dibandingkan membaca. Padahal antara tontonan dan membaca harus seimbang.
“Pola ini yang harus kita ubah secara perlahan. Tadi saat saya tanya anak-anak lebih menyukai tontonan dibanding harus membaca. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama, guru dan orangtua murid juga punya peran besar dalam mengubah kebiasaan ini,” ucap Tono.
Dalam kunjungan tersebut para siswa diajak ke ruang redaksi dan ruang percetakan koran. Di ruang redaksi mereka diperkenalkan tentang sistem kerja di keredaksian dan juga bagaimana proses pembuatan produksi koran hingga siap didistribusikan ke pelanggan.
Mereka tampak antusias mengikuti kunjungan itu, bahkan beberapa diantaranya aktif mempertanyakan apa yang disampaikan.
“Tugas wartawan itu sebenarnya apak Pak?” tanya seorang siswi perempuan.
Di ruang percetakan mereka juga diperkenalkan bagaimana koran itu dicetak hingga sampai ke tangan pembaca. Termasuk juga bahan-bahan apa saya yang digunakan untuk pembuatan koran. “Pak itu kertasnya sebesar itu cukup berapa hari. Dan berapa beratnya,” tanya seorang siswa laki-laki.
Diakhir kunjungan, mereka diberikan tantangan untuk mengikuti lomba tanya jawab. Setiap yang bisa menjawab mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan para orangtua. Mereka pun tampak antusias menjawab saat pertanyaan dilemparkan.
“Semuanya cerdas-cerdas, pertanyaan seputar perjelasan saya tadi masih diingat mereka. Berarti apa yang saya jelaskan tadi semuanya didengarkan,” kata Tono. (ton)
Editor : Slamet Harmoko