Kotim Usulkan Pagar Buka-Tutup Bandara H Asan Sampit. Diklaim Pertama di Indonesia!

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 21:50 WIB
MENINJAU: Bupati Kotim Halikinnor bersama pejabat terkait saat meninjau area di ujung timur landasan pacu Bandara H Asan Sampit, Kamis (22/5). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
MENINJAU: Bupati Kotim Halikinnor bersama pejabat terkait saat meninjau area di ujung timur landasan pacu Bandara H Asan Sampit, Kamis (22/5). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan penerapan sistem pagar buka-tutup di kawasan Bandara H. Asan Sampit sebagai solusi menjaga akses masyarakat Kampung Bangkirai tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan.

Jika terealisasi, konsep tersebut diklaim menjadi yang pertama diterapkan di bandara di Indonesia.

Kepala Dishub Kotim Raihansyah mengatakan, usulan itu muncul setelah sejumlah alternatif akses menuju Kampung Bangkirai dinilai sulit direalisasikan.

Baca Juga: Hasil Reses DPRD Jadi Acuan Pemkab Kotim Susun Program Pembangunan

Mulai dari pembangunan jembatan terapung yang terkendala aspek keselamatan penerbangan hingga jalan baru di tepi Sungai Mentaya yang membutuhkan pembebasan lahan dengan biaya besar.

"Jalan pinggir sungai memang banyak kendalanya. Kami juga mengkaji kemungkinan akses ke Jalan Cilik Riwut, tetapi jalur itu nantinya juga direncanakan ditutup sebagai bagian dari pengembangan bandara," ujarnya.

Menurut Raihansyah, konsep pagar buka-tutup dinilai menjadi solusi yang mampu mengakomodasi kepentingan warga sekaligus menjaga keamanan kawasan bandara. Pagar setinggi sekitar 2,4 meter akan dibuka saat bandara tidak beroperasi dan ditutup selama jam operasional penerbangan.

Baca Juga: Pembangunan PJU Jalan Kapten Mulyono Terkendala Drainase, Dishub Terapkan Konstruksi Khusus

Selain itu, saat pesawat akan lepas landas atau mendarat, sistem pengamanan akan dilengkapi palang otomatis seperti perlintasan kereta api sehingga arus kendaraan dapat dihentikan sementara.

"Jadi masyarakat tetap bisa melintas. Penutupan hanya dilakukan saat operasional bandara dan ketika ada pesawat take off atau landing. Setelah kondisi aman, akses kembali dibuka," jelasnya.

Ia mengungkapkan, usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan mendapat respons positif untuk dikaji lebih lanjut. Jika disetujui dan diterapkan, sistem itu diyakini menjadi inovasi pertama di Indonesia yang memadukan keamanan bandara dengan kebutuhan akses masyarakat sekitar. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
kampung bangkirai penerbangan Bandara H Asan sampit kotim